Terobosan Hebat..!!! Patricia Mawitjere Gaet DPRD, Kabupaten/Kota dan Stakeholder Bahas Pemajuan Kebudayaan Daerah

oleh

Loading

FB_IMG_1615336074945

 

MANADO, MediaManado.com – Terobosan hebat dan luar biasa dilakukan Plt Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Patricia Mawitjere.

Betapa tidak, Patricia Mawitjere yang baru saja dipercayakan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK) memimpin Disbud Sulut, terus berupaya memajukan kebudayaan daerah ini.

Ia pun terus melakukan langkah-langkah terobosan dengan berkoordinasi dan melibatkan Komisi IV DPRD Sulut sebagai Mitra kerja instansi.

Tim Disbud Sulut yang dipimpinnya bersama Komisi IV DPRD Sulut pun turun langsung dan bertemu serta berdialog dengan sejumlah Pemerintah Kabupaten dan Kota, khususnya Dinas yang membidangi Kebudayaan untuk memacu penyusunan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) demi Pemajuan Kebudayaan sebagaimana amanah UU No 5 Tahun 2017.

Ia pun juga melibatkan para pegiat seni dan budaya di Kabupaten dan Kota untuk turut serta menyampaikan ide dan gagasan untuk memajukan Kebudayaan.

FB_IMG_1615336186581

Tak hanya itu, Balai Arkeologi Sulut pun ikut dilibatkan untuk persiapan penelitian penetapan Cagar Budaya, Situs yang menjadi bagian dari unggulan wisata Budaya Sulut sebagai potensi  ekonomi daerah guna menunjang Program ODSK.

Bahkan Disbud Sulut berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Sulut melakukan promosi Pariwisata dan Kebudayaan Sulut dengan KBRI Meksiko dengan sasaran investasi bagi daerah ini kedepan.

Patricia Mawitjere mengatakan, promosikan Seni Budaya Sulut akan dibuat secara apik dan menarik melalui Video/Youtube yang bernarasi Bahasa Spanyol.

Demikian pula terobosannya bersinergi dengan DPP Pinkan Indonesia Jakarta, Komunitas Kolintang daerah, Akademisi Unsrat, UNIMA sebagai Tim Kerja Pengusung Musik Kolintang sebagai warisan tak benda Goes to UNESCO.

Kerja inovatif, kreatif dan solid ini dieloborasi Plt Kadisbud Sulut Patricia Mawitjere dengan menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kebudayaan tahun 2021 di Manado selama dua hari sejak Senin (08/03) s/d Selasa (09/03/2021).

FB_IMG_1615336172469

Rakor Kebudayaan inipun dilakukan guna membangun komitment dan mensinkronkan program kegiatan strategis dengan seluruh Kepala Dinas yang membidangi Kebudayaan Kabupaten dan Kota se-Sulut untuk Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, Rakor Kebudayaan ini juga ikut dilibatkan didalamnya para pegiat budaya dan kesenian daerah.

Bahkan menariknya, Disbud Sulut ikut mengundang stakeholder seperti pimpinan/perwakilan BUMN, BUMD, Swasta diantaranya PT PELNI, Bank SulutGo, BRI, BNI dan perusahaan tambang MSM.

Pada kesempatan itu, Plt Kadis Kebudayaan Sulut minta adanya sinergitas dan kerjasama untuk mempromosikan dan membudayakan musik kolintang pada semua ATM bank ataupun perkantoran.

“Agar masyarakat ataupun tamu bisa teredukasi dan mencintai seni budaya Sulut terlebih juga dalam rangka Kolintang yang akan goes to UNESCO,” kata Patricia Mawitjere.

FB_IMG_1615336142498

Pihaknya pun, akan memenuhi permintaan dari PT PELNI untuk menggelar pementasan seni dan budaya Sulut saat Kapal Penumpang PT PELNI bersandar di pelabuhan. Demikian halnya pementasan seni dan budaya di Bandara.

“Agar para penumpang yang turun ataupun saat transit bisa menikmati suguhan seni dan budaya Sulut,” ungkap Mawitjere.

Tentunya, tambah dia, Disbud Sulut berkeinginan agar hal ini terjadi dan berkelanjutan di Sulut sampai benar-benar Sulut berkarakter dengan budayanya.

Anggota Komisi IV DPRD Sulut James Tuuk memberi apresiasi dan memuji kinerja Kadisbud Patricia, termasuk para Kadis yang membidangi Kebudayaan Kabupaten dan Kota. Mereka dengan antusias mendukung langkah terobosan Kadisbud Sulut dengan inovasi dan semangatnya untuk Pemajuan Kebudayaan di daerah ini.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE melalui Asisten II Praseno Hadi ikut mendorong langkah inovasi Disbud Sulut dalam rangka pemajuan kebudayaan.

IMG_20210310_095107

Menurut Gubernur Olly, identitas natural, kultur dan historis yang ada di tengah masyarakat Sulut harus mampu dimaknai dalam kesatuan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam budaya tradisional.

Hal ini, kata Gubernur Olly menjadi kebajikan sosial yang menopang, serta memberi jiwa dan warna pada kehidupan dan kesejahteraan di Sulut.

” Bidang Kebudayaan dituntut mampu melestarikan budaya tidak hanya terfokus pada bentuk benda, melainkan juga pada masyarakat. Masyarakat harus mampu diedukasi bahwa kebudayaan merupakan suatu investasi kita dalam membangun daerah, bangsa dan negara,” kata Gubernur seperti dikutip Praseno Hadi.

Untuk itu, baik instansi pemerintah maupun stakeholder di daerah harus memiliki kesatuan visi, sikap, dan memperkuat komitmen untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Sulawesi Utara sebagai wujud nyata pemantapan eksistensi budaya nusantara.

Ini tentunya bertujuan agar Sulut menjadi daerah yang berkepribadian dalam budaya, menjadi daerah yang semakin maju dan semakin sejahtera.

Diketahui, Rakor Kebudayaan ini diisi pemateri oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, James Tuuk, Plt. Kadis Kebudayaan Sulut dan Satria Akbar, Konsultant event Kebudayaan dan diikuti Kadis yang membidangi Kebudayaan Kabupaten dan Kota, Budayawan, Seniman, Stakeholder dan jajaran Disbud Sulut. (Ferry)