
MINUT, Mediamanado – Dalam rangka mendukung suksesnya program 100 hari kerja Pemerintahan Joune Ganda dan Kevin Wiliam Lotulung (JG-KWL), Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara gandeng Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI).
Kontribusi LOPI dalam kegiatan tersebut antara lain memberikan pembinaan dan pelatihan bagi 75 siswa-siswi dalam menghadapi Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2021. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kadis Pendidikan Olfy Kalengkongan kepada mediamanado di ruang kerjanya, usai menerima siswa peserta sekembali dari Lagon Best Western Hotel Manado, Kamis (18/03/21) sore.
“Dari 75 peserta siswa-siswi didik yang diseleksi oleh Dinas, akan ada 3 peserta yang akan mengikuti Kompetisi Sains Nasional tingkat provinsi sulawesi utara,” ujar Kadis Olfy sembari menyebut jika program dinas pendidikan akan diselaraskan dengan visi-misi JG-KWL.
Menjelang penutupan pelatihan di hotel Lagon, Direktur Utama Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia, Donald Tambunan kepada wartawan menyebutkan, jika program pelatihan kepada siswa di Sulut khususnya di Minut ini baru kali pertama. Dijelaskan, bahwa tujuan dari pelatihan adalah untuk menambah wawasan pengetahuan siswa meski sudah menempuh pendidikan formal di sekolah. Dimana, materi yang diberikan adalah contoh soal yang tidak didapat di sekolah.

“Tentu ada teori bagaimana siswa didik ini bisa menerima soal dan mempuh menjawab dengan cepat dan benar meski belum pernah didapat di sekolah. Saya yakin, tingkat kemampuan anak didik sangat mumpuni dan siap menghadapi kompetisi. Ada yang menarik saat pelatihan kemarin malam, jika siswa sudah selesai lebih dahulu dan meminta untuk menambah soal tugas yang diberikan oleh penguji,” katanya sembari mengakui jika kemampuan siswa didik tersebut tinggal didorong lagi oleh tenaga kependidikan yang menguasai dan memahami pola dan strategi mendidik.
Untuk materi dan konsep yang diberikan, dikatakan Tambunan, memang sangat berbeda dengan proses pembelajaran yang didapat pada pendidikan formal di sekolah siswa didik tersebut.
“Memang kalau di Jawa khususnya kota besar, siswa sudah terbiasa dengan pelatihan cukup lima hari kita lakukan pembinaan. Karena kebanyakan mereka yang ikut pelatihan jelang KSN sudah pernah mengikuti kompetisi.
Kami sadari juga, jika baru awal Kabupaten Minahasa Utara yang memulai ini, dan siswa-siswi yang lain belum mengerti bahkan tenang-tenang saja karena mereka enggak tahu. Sebab, selain waktu yang singkat dan materi yang didapat belum pernah didapat di sekolah. Nah ini salah satu yang kami latih, sebab dalam kompetisi nanti, soal yang didapat kalau lomba SD pasti akan ada soal SMP yang akan diselipkan. Demikian juga dengan SMP, akan ada soal pelajaran SMA. Berkaitan dengan materi olimpiade ini, kan bukan SKS atau sistem kebut semalam. Memang ini perlu kita lakukan bertahap termasuk kepada gurunya,” ujar Direktur Donald didampingi koordinator wilayah Sulut Hari Sariowan.
Untuk hasil evaluasi pelatihan yang dilakukan LOPI akan diserahkan kepada pihak Dinas Pendidikan sebagai acuan untuk mengikut sertakan siswa menghadapi KSN 2021 tingkat Provinsi Sulut, maupun dalam tingkat Nasional nanti. Situasi Pandemi Covid yang mengharuskan siswa-siswi tidak dapat mengikuti pendidikan tatap muka, menambah dorongan orang tua siswa yang anaknya terjaring mengikuti pelatihan. Bahkan, ada orang tua siswa yang ikut dalam kegiatan sejak awal hingga akhir kegiatan. (**)
Penulis : Sweidy Pongoh





