
MINUT, Mediamanado – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengagendakan pelaksanaan Festival Kolintang pada Juni 2021 mendatang. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia, dr. Jane Sangian kepada mediamanado, usai menemui Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung, Selasa (18/05/21).

Dikatakan Sangian, Bupati dan Wabup sangat mendukung pelaksanaan Festival Kolintang terlebih melibatkan kategori usia sekolah. Sebab, selain melestarikan warisan kebudayaan yang berasal dari Minahasa Utara, dapat menumbuh kembangkan pengetahuan serta kecintaan akan musik kolintang.
Peserta nanti tidak hanya dari dalam Minut, namun terbuka untuk peserta dari seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Utara. Tujuannya, dikatakan Sangian, lewat kegiatan Festival Kolintang yang bakal dilaksanakan di Minut, adalah bentuk kejayaan mengembalikan asal lahirnya musik yang dibuat dari bahan kayu tersebut.
“Pelaksanaan Festival ini, kerjasama Pemkab Minut dengan Unima. Tentu kenapa Festival ini mendapat dukungan penuh dari Bupati, selain untuk pelestarian warisan budaya daerah sendiri, kita ketahui bersama kalau Bupati Joune Ganda adalah tonaas wangko umbanua dan ketua pengurus insan kolintang Indonesia (PINKAN) provinsi Sulut,” katanya.
Ditambahkan Ketua panitia, agar ada kerjasama semua pihak sehingga suksesnya pelaksanaan festival mendatang. Sangian pun membeberkan jika Festival ini tidak dipungut biaya, hal tersebut menjadk atensi dari Bupati. “Pak Bupati menyatakan agar supaya pelaksanaan Festival ini tidak ada biaya pendaftaran. Perlu dijelaskan juga untuk kategori usai sekolah dipisahkan dengan umum, agar supaya nanti dapat menciptakan bibit-bibit unggul yang dapat terus melestarikan warisan budaya ini kepada dunia internasional,” ucapnya.
Adapun tujuan dan latar belakang pelaksanaan Festival Kolintang ini sebagaimana diuraikan oleh dr. Jane Sangian selaku ketua panitia, bahwa
Indonesia adalah negara yang memiliki keragamaan dan keunikan budaya dan seni. Keragaman dan keunikan budaya yang khas ini bisa menjadi representasi dari jati diri bangsa sehingga menjadi daya tarik bagi dunia secara luas. Ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini, merupakan anugerah dan kebanggaan yang tak ternilai serta merupakan hal yang sangat langka sehingga patut untuk dilestarikan
Di sisi lain, seni & budaya adalah kekuatan yang sangat penting dalam setiap kelompok etnis tertentu. Minahasa yang memiliki ciri khas budayanya, juga merupakan salah satu kekuatan penting yang harus dikembangkan dan diangkat ke permukaan. Salah satu ciri khas budaya Minahasa adalah musik Kolintang.
Kolintang adalah alat musik dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar kayu, yang dimainkan dengan cara dipukul. Dalam kamus musik disebutkan kolintang adalah alat musik yang termasuk dalam kelompok marimbaphone, yang telah dimodifikasi dalam berbagai bentuk penampilan dengan melodi kromatik. Berdasarkan fungsinya dalam ansambel, dikenal dengan melodi, cello, banjo, bass, dan sebagainya dinyatakan dalam berbagai ukuran, mirip perangkat musik keroncong.
Kebudayaan teramat luas, namun dengan luasnya yang tak terkira itu, justru menyimpan kekayaan yang mendalam dan mampu memberi warna bagi kehidupan manusia dan peradabannya. Hal itu nampak dalam musik tradisional Minahasa Kolintang yang semakin hari semakin bergeliat dan berproses kepada kemajuan. Didalamnya sudah bisa dilihat transformasinya kemudian dari transformasi itu diyakini musik kolintang telah mampu menembus peradaban apapun.
Terlepas dari itu, musik kolintang saat ini, telah amat berkembang. bahkan perkembangannya turut mempengaruhi masyarakat umum, terutama kalangan anak muda. Maka atas dasar pemikiran itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Universitas Negeri Manado menggagas acara: Festival Kolintang. Dengan mengangkat tema: “Kolintang Untuk Dunia” sedangkan sub temanya: “Mengembalikan Kejayaan Musik Kolintang bertolak dari Minahasa Utara”.
Melalui pernyelenggaraan kegiatan festival ini, para pemerhati seni dan budaya di Kabupaten Minahasa Utara dan Universitas Negeri Manado, mencoba mengajak khalayak untuk mengembalikan kejayaan musik kolintang itu berpijak dari Minahasa Utara.
Total hadiah dalam Festival Kolintang ini, dikabarkan mencapai Rp.200 juta lebih. (**)
Penulis: Sweidy Pongoh







