Pergunakanlah Media Sosial untuk Dakwah Konten Positif

oleh

Loading

Bantaeng 0806(2)

 

BANTAENG, MediaManado.com  – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”
di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 8 Juni 2021 di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Dakwah yang Ramah di Internet”.
Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini adalah Dr. Bambang Sadono, dosen Magister Hukum Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah; Daeng Ipul, seorang narablog dan relawan jejaring SAFEnet; Ustadz Sofyan Yasri, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kemenag Bantaeng; dan Muhammad Fadli, dosen UIN Makassar dan anggota MAFINDO.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkanpeserta sebanyak 57.550 orang.

Narasumber pertama, Bambang Sadono, membawakan materi bertema “Pemanfaatan Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama”. Ia mengatakan, dalam membuat konten hal-hal yang sensitif sebaiknya menerapkan prinsip cek dan ricek (tabayyun), yaitu ke narasumber kredibel, relevan, dan kompeten. Oleh karenanya, kata Sekjen PWI Pusat itu, dalam dunia jurnalistik dikenal prinsip “siapa” mengatakan “apa” itu penting karena informasi tersebut akan mencerminkan “kredibilitas”.

“Ini cara bagaimana menyajikan konten-konten dakwah, edukatif, positif, dan bisa disebarluaskan secara masif,” ujarnya.

Lalu, narasumber kedua Daeng Ipul, membahas materi bertema “Bijak di Kolom Komentar”. Ia mengatakan, kecepatan pertumbuhan internet yang ditandai dengan semakin tingginya
pengguna internet di Indonesia, sayangnya tidak dibarengi dengan kecepatan literasi dunia
maya.

Menurut dia, masih rendahnya literasi dunia maya disebabkan oleh banyak faktor, seperti gagap literasi, alasan ekonomi, mencari perhatian, rasa frustasi, bahkan alasan politis. Yang
perlu diingat dalam bermedia sosial adalah bahwa dunia maya itu sama dengan dunia nyata.

“Ada etika sopan santun di dunia nyata itu juga harus dibawa ke dunia maya,” tuturnya.

Sementara, Ustadz Sofyan Yasri, sebagai narasumber ketiga, membahas tema “Literasi dalam Berdakwa di Dunia Digital”. Ia mengatakan, saat ini internet telah mengubah perilaku masyarakat secara substansial.

“Sekarang dunia nyata seolah-olah menjadi mayat, sementara dunia maya seolah-olah telah sangat nyata,” ujar dia.

Oleh karenanya, publik saat menerima
informasi perlu melihat sumber-sumber yang kredibel, kalaupun tidak, butuh sumber opini kedua.

Ia menyadari bahwa di dunia digital, bidang dakwah memang belum berjalan maksimal dilakukan oleh da’i.

Tantangannya adalah bagaimana membumikan ajaran Islam kepada
pengguna media sosial.

“Literasi dalam berdakwah di dunia digital adalah kemampuan da’i
menyampaikan konten dakwah yang benar, memberi kesejukan, dan kedamaian,” ujarnya.

Terakhir, sebagai narasumber keempat, Muhammad Fadli, mengupas materi dengan tema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”.

Ia mengatakan, internet safety bisa diartikan sebagai konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa
membahayakan keamanan diri sendiri atau orang lain.

“Maka kita perlu dorong etika media
sosial, seperti halnya etika media massa,” kata dia. Menurut dia, dengan menerapkan internet safety terdapat beberapa manfaat, seperti privasi dan informasi pribadi terjaga keamanannya, meminimalisasi tindakan pembajakan akun, menghindari tindakan cyberbullying, dan membuat manusia lebih nyaman dalam mengakses informasi.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator.

Terlihat antusiasme dari para peserta
yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Sepuluh peserta beruntung akan mendapatkan uang elektronik
sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap peserta.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)