MANADO, Mediamanado.com – Kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) saat ini mulai digelar oleh para anggota DPRD Provinsi Sulut. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Inggried Sondakh pada Jumat (18/2/2022) Sore, di Desa Kalasey Satu.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut Inggried Sondakh pun memaparkan maksud dan tujuan dilakukannya Sosialisasi Kebangsaan dikarenakan kondisi secara global banyak sekali ancaman radikal, terorisme, bahkan ancaman di dunia maya.
“Dengan adanya media sosial yang tanpa batas sehingga sangat penting masyarakat di support untuk mengingat kembali terkait wawasan kebangsaan ini yakni empat pilar kebangsaan”, ungkap politisi Partai Golkar ini.
Sondakh pun menambahkan wawasan kebangsaan bukan hanya bicara ke-Indonesiaan yakni satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.
“Karena apabila berbicara soal wawasan itu berarti disatukan dalam sejarah yang sama, dimana bapak pendiri Bangsa Ir. Soekarno pernah berbicara tentang Jasmerah atau jangan sekali kali melupakan sejarah, karena ternyata sejarah ini yang menumbuhkan perasaan bersama”, ucap Sondakh.
Ditegaskan lagi oleh nya, dalam Peraturan Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2021 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan disebutkan upaya untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan paling sedikit bisa memahami apa yang di maksud dengan Empat Pilar.
“Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas putri mantan Gubernur alm A.J. Sondakh ini.
Inggried pun berharap para Tokoh Masyarakat yang hadir di kegiatan itu bisa melanjutkan maksud dan tujuan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan tersebut kepada masyarakat luas, dan dengan tegas mengatakan bahwa NKRI itu harga mati.
Turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yaitu Lurah Desa Kelasey, Lely Tongari juga staf Sekretariat DPRD Sulut yang dipimpin langsung Kabag Umum, Jhon Paerunan.
(Dian M)







