MINSEL, MediaManado.com – Peristiwa alam yang terjadi di Teluk Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ikut mengetuk hati kaum milenial Sulut.
Kaum milenial yang tergabung dalam Pelayanan Siswa Kristen Sulawesi Utara (Pelsis Sulut), Jaringan Tim Evang Sulawesi Utara (JTE Sulut), Fortuner Pajero Milenial Club (FPMC) dan Jaringan Anak Milenial (JAM) Sulut Hebat melakukan Aksi Peduli Amurang bertajuk Torang Peduli Amurang.
Aksi Peduli Amurang dilakukan dalam bentuk membawa bahan natura di Posko Bantuan yang didirikan Pemkab Minsel untuk kebutuhan masyarakat yang terdampak Bencana Abrasi Pantai Amurang, Jumat (17/06/2022).
Tentunya, Aksi Peduli Kemanusiaan ini merupakan respon atas keteladanan Kepemimpinan Pemerintah Sulawesi Utara, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (OD-SK), dimana masyarakat terbuka untuk ikut peduli dalam membantu daerah-daerah yang kena bencana.
“Sehinga kami salah satu organisasi pelayanan tentu ikut peduli atas terjadinya abrasi pantai yang mengorbankan rumah penduduk yang ada di pesisir pantai Amurang. Warga korban bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi seluruh kebutuhan primer yang ada terkena bencana, sehingga ini tentunya berdampak yang sangat luar biasa,” ujar Josua Liow, Ketua Pelsis Sulut di dampingi Ketua JTE Sulut, Kristen Kaunang.
Menurut Josua yang juga Ketua Umum JAM Sulut Hebat, pihaknya membentuk tim, dimana Joel Sompie memimpin langsung penggalangan dana dan puji Tuhan ini direspon oleh pengurus dan anggota.
Joel Sompie mengatakan, jiwa sosial dan peduli bencana anak muda Sulawesi Utara sangat kuat dan pertanda budaya Mapalus masih sangat kuat.
“Hal ini dapat kita lihat setelah viral aksi peduli Amurang direspon oleh banyak kalangan, termasuk kami. Untuk itu, kami berharap kepedulian ini harus kita jaga dan pelihara. Karena kita berada pada ring of fire, rentan terjadi bencana,” ungkap Sompie.
Hal senada juga disampaikan Kristen Kaunang. “Sebagai anak Tuhan yang beriman, maka sudah seharusnya kita ikut bersama-sama menggumuli apa yang menjadi pergumulan masyarakat Amurang yang terkena dampak. Kita berdoa bersama agar ancaman bencana terhindar. Untuk itu, kita terus mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita dilindungi Tuhan,” kata Kristen Kaunang.
“Kita berharap agar warga Sulut ikut peduli atas pergumulan keluarga yang terkena dampak, lebih khusus adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah harus mendapat perhatian lebih. Jangan sampai putus sekolah, apalagi saat ini akan memasuki ujian semesteran/akhir,” tandasnya.
Ia pun berharap agar pemerintah setempat, termasuk jajaran Diknas memberi perhatian lebih karena dampak ini sangat berat bagi seorang siswa atau yang masih duduk di bangku sekolah. (*/ferry)






