Mitra, MediaManado.com – Pemerintah Desa Molompar Utara, Kecamatan Belang gelar Musyawarah Kusus Desa Khusus Rembug Stanting. Ketua BPD Molompar Utara Dolfie Tumboimbela menyampaikan, rasa syukur karena kegiatan rembug stunting yang dilaksanakan di Balai Desa bisa berjalan dengan lancar, Jumat (17/6/2022).
“Terima kasih kepada Pemerintah kecamatan yang boleh hadir, pihak Puskesmas Molompar, tokoh masyatakat, PLD, KPM, kader posyandu, serta undangan lainnya,”ucapnya saat membuka kegiatan.
Selain itu, Kasie Kesejahteraan Sosial kecamatan Stenly S Engka, SIP. MAP yang hadir mewakili Camat Belang Abdul Karim Pontoh menyampaikan, terkait penanganan stunting pihak Kecamatan sangat serius menyikapi yang dilaksanakan tiap desa.
Engka pun menjelaskan, Kusus dari kesejahteraan Sosial Kecamatan Belang, sejalan dengan pemerintah pusat yang tertuang lewat Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat Dinas Sosial yang terkait langsung dengan penanganan stunting.
“Terkait jaminan kesehatan nasional (JKN) kusus untuk keluarga menengah kebawah /masyarakat miskin, pemerintah pusat melalui dinas sosial kabupaten mendata warga yang nantinya dimasuk kedalam Aplikasi SIKS-NG ke DTKS untuk diberikan bantuan BPJS gratis oleh pemerintah,”terangnya.
Ia menambahkan, Pemeintah Kecamatan terkait penanganan stunting sangat mengapresiasi kinerja pemerintah Desa Molompar Utara yang proaktif dalam percepatan penanganan stunting.
“Apresiasi kami berikan kepada Hukum Tua berserta seluruh prangkat desa yang telah berupaya dalam penanganan sehingga saat ini tidak stunting di desa molompar utara,”ujar Engka.
Selain itu, Hukum Tua Thomas Wulur menyampaikan, karena ini sudah menjadi program nasional sehingga pihak pemerintah desa sangat mendukung dan terus berupaya menekan stunting.
“Bukti keseriusan kami mentata untuk APBDes 2022 dengan dana 87 juta dikucurkan untuk penanganan stunting sudah termasuk makanan tambahan dan imsentif para kader,”katanya.
Karena ini sudah menjadi tugas pemerintah desa untuk memantau dan mengevaluasi, “maka kedepan apa yang masih kurang akan diperbaiki sehingga setiap kader akan lebih giat dan stunting tidak akan ada lagi,”ungkap wulur.
Sementara, KPM mengatakan, Kinerja para kadir sejauh ini sangat baik disegi pelayanan dan data sehingga untuk stanting di desa Molompar Utara tidak ada.
“Asupan gisi dalam pemberian makan tambahan lewat daba desa yang ada sangat baik sehingga terpenuhi gisi yang ada untuk ibu hamil bayi dan balita, tutur
Untuk pelaksanan Rembuh Stunting ini sangat bermaanfaat bagi kita semua sebagi kader yandu dan KPM serta pemerintah desa setempat,
Lewat kegiatan musyawarah stunting ini hasilkan beberapa usulan-usulan yang mengenai kesehatan ibu dan anak, sanitasi air bersih, konseling gisi terpadu, jaminan perlindungan sosial dan paud.
“Kami berharap usulan-usulan yang masuk dapat diterima pemerintah desa seperti Paud, mengingat anak-anak yang sudah banyak sehingga diharapkan usulan ini dapat terealisasi,”tukas (Alfian)






