Tangan Dingin ODSK Kembali Rajut Simpul Pariwisata Sulut

oleh

Loading

 

MANADO, MediaManado.com – Harus diakui bahwa seyogyanya, sentuhan tangan dingin Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK), terus berbuah hasil yang menggembirakan. Meskipun badai Covid-19 silam menyerang Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara dua tahun terakhir, akan tetapi justru membuat berbagai inovasi dan terobosan berbuah hasil gemilang di daerah ini.

Sektor Pariwisata, yang terkena imbas Covid-19, terbilang matisuri, tapi terobosan dan inovasi lain yang dilakukan ODSK (seperti di sektor pertanian), membuat akhirnya, sektor ini masih tetap diharapkan bangkit kembali.

Hal itu terbukti, secara perlahan namun pasti, sejumlah iven yang sudah masuk Kalender Iven Kemeparekraf RI mulai digelar pasca Covid-19.

Kelima iven pariwisata Sulut yang ditetapkan Kemeparekraf RI seperti; Festival Selat Lembeh, Festival Flower di Tomohon, Festival Bunaken, Under Water Photografer dan Festival Danau Tondano.

Seiring tibanya masa pasca Covid-19, iven-iven itu mulai digelar Pemkot Bitung (Festival Selat Lembeh), Pemkot Tomohon (Festival Flower Tomohon), Pemkab Minahasa (Festival Danau Tondano), Pemprov Sulut (Festival Bunaken dan Under Water Photografer).

Gubernur Olly Dondokambey SE saat hadiri Bunaken Musik Vaganza di Festival Bunaken 2022.

 

Untuk Festival Bunaken 2022, dibuka langsung Wagub Drs Steven OE Kandouw di Malalayang Beach Walk (MBW) Manado, Rabu (02/11/2022).

Festival Bunaken 2022 dirangkai dengan pagelaran Pakaian Kebaya Nasional yang menggambarkan sekaligus mengajak masyarakat luas di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara untuk turut melestarikan budaya menggunakan Kebaya. Selain itu, dengan mengenakan pakaian Kebaya, semua masyarakat ikut serta berjuang agar Kebaya Goes to UNESCO.

Pada malam hari yang sama, digelar pula Bunaken Music Vaganza yang berlangsung di Kawasan Pohon Kasih Megamas Manado. Konser musik ini menampilkan penyanyi Krisdayanti, Kenz dan grup musik Geisha.

Festival Bunaken 2022 dengan berbagai kegiatan di dalamnya memancarkan bahwa sesungguhnya berbagai iven pariwisata dan budaya yang dilaksanakan, berjalan lancar karena dukungan semua pihak, baik pemerintah, TNI-Polri, maupun masyarakat untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketenteraman.

Menariknya, untuk menambah spirit kebersamaan masyarakat, Gubernur Olly mengatakan, selain Festival Bunaken, Pemprov Sulut akan menggelar Festival Natal pada Desember 2022.

Bunaken Musik Vaganza bersama artis ibukota

 

“Tuhan berkenan Desember ada Festival Christmas, asal damai, aman supaya yang datang KPop,” ujar Gubernur Olly senyum.

Menurut Olly, semua kegiatan yang dihelat pemerintah termasuk Bunaken Music Vaganza bisa berjalan dengan lancar, karena saling topang bersama semua tidak lepas dari peran TNI-Polri dan masyarakat.

“Provinsi Sulut menjadi satu dari lima dari prioritas pariwisata nasional. Untuk itu, Sulut dipilih karena kerukunan kita jaga bersama, persaudaraan kita jaga, kita menyadari kita semua ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan segala perbedaan jadi harmoni kehidupan yang diaplikasikan bersama di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Gubernur Olly menambahkan, Sulut juga menjadi daerah yang penduduknya paling bahagia di Indonesia masuk dalam sepuluh besar.

“Marilah kita jaga ketentraman dan kedamaian di Sulut agar supaya bisa saling topang menopang menjalan tugas tanggungjawab bersama. Kita semua harus jaga kerukunan sama-sama kita bersatu gotong royong,” tandas Gubernur Olly.

Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw saat membuka Festival Bunaken 2022 di MBW Manado.

 

Senada dengan Gubernur Olly, maka Wagub Kandouw mengatakan, alasan dipilihnya Malalayang Beach Walk (MBW) Manado sebagai tempat pelaksanaan, karena lokasi ini adalah New Icon di Kota Manado.

“Sebelumnya tempat ini kumuh tapi karena ide Bapak Gubernur, usulan ke Pak Presiden, waktu itu Pak Presiden berkunjung ke Bunaken. Maka rasa-rasanya seperti disulap, tempat ini menjadi bagus sekali,” ucap Wagub Kandouw.

Selain itu, Wagub Kandouw menyentil sebuah prestasi yang diraih Minahasa Utara, dimana salah satu desanya, Desa Budo, ditetapkan Kemeparekraf RI sebagai Desa Pariwisata Terbaik Nasional.

“Semua ini merupakan kerja-kerja bersama kita semua karena kita tahu persis bahwa industri pariwisata sebelum pandemi di Sulut adalah idola, waktu itu kita ada penerbangan dari 8 kota di China. Puji Tuhan kita ditetapkan oleh pemerintah pusat, selain Jakarta kita adalah pintu gerbang, selama pandemi airport kita dan Jakarta adalah salah satu pintu masuk,” terang Wagub Kandouw.

Pembukaan Festival Bunaken 2022

 

Ia menambahkan, tekad Gubernur Olly untuk mengembalikan pariwisata sebagai idola di Sulut.

“Tekad Bapak Gubernur dengan seiring dan semangat nasional kita kembalikan pariwisata sebagai Idola PDRB kita nanti. Puji Tuhan menurut laporan nanti bulan Desember ada lobby Pak Gubernur penerbangan dari Korea segera akan masuk, dan sebagai laporan mulai bulan ini sampai bulan Desember dari Taiwan ada carter 15 penerbangan dan ini sudah menyatakan eksistensi Sulut sebagai pintu gerbang daerah pariwisata,” imbuhnya.

Bahkan iven Festival Bunaken 2022 menjadi kesempatan bagi Ibu Rita Maya Dondokambey untuk mengampanyekan Kebaya Goes to UNESCO.

Ketua TP PKK Sulut sekaligus Ketua Dekranasda Sulut ini berterima kasih kepada para tamu undangan maupun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, lewat antusiasme yang dapat terlihat dalam mendukung, berkolaborasi dan berpartisipasi pada gelaran Parade Kebaya Nusantara.

Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Ketua TP PKK Sulut gaungkan Kebaya Goes to UNESCO

 

“Kegiatan ini tentunya menjadi bentuk satu tekad kita semua dalam melestarikan budaya Indonesia dengan mencintai kebaya nasional,” ujar Ibu Rita.

“Karena sudah menjadi kewajiban bagi kita semua sebagai bangsa Indonesia untuk mencintai, menjaga dan melestarikan budaya yang kita miliki, termasuk melestarikan kebaya sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara,” sambungnya.

Ia menyebut sejumlah iven melestarikan Kebaya seperti Parade Kebaya Nusantara di Sarinah Jakarta Pusat 13 Agustus 2022 yang lalu,

“Disitu dikampanyekan penetapan Hari Kebaya Nasional dan pengajuan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO, menyusul 12 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang sudah diakui sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, dalam Parade Kebaya yang diinisiasi Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Solo pada 2 Oktober 2022.

Ibu Negara menaruh harapan agar istri-istri Kepala Daerah dan istri-istri TNI/Polri, untuk bisa menginspirasi kaum perempuan, kaum wanita, terlebih generasi muda Indonesia untuk semakin cinta, bangga dan lebih sering mengenakan kebaya.

Ibu Rita menyebut bahwa gelaran Parade Kebaya Nusantara di Manado telah menunjukkan tekad dan dukungan perempuan Sulut masih sangat bangga menggunakan kebaya dan ingin membuat kebaya tetap lestari.

“Dengan parade ini kiranya akan menggugah dan mempertahankan kebiasaan kita berkebaya, mengkampanyekan kebaya di daerah lewat jargon “Mari Jo Torang Berkebaya, Pakai Kebaya”, serta ikut mengisi perjuangan kebaya ke UNESCO demi menyongsong hari esok yang lebih cerah,” ungkap Ibu Rita.

Tentunya, Festival Bunaken 2022 ini terus memberikan spirit dan optimisme yang tinggi untuk beragam inovasi dan terobosan dalam membangun Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara agar makin hebat.

(Advetorial Diskominfo Sulut)