Ada Apa dengan Pelindo Bitung? Tugboat Diduga Dilas di Lokasi Rawan

oleh

Loading

BITUNG, Mediamanado.com – Aktivitas pengelasan pada sebuah kapal tugboat yang diduga berlangsung di kawasan operasional PT Pelindo Bitung menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang masuk kategori hot work tersebut diduga dilakukan bukan di area dok, melainkan di lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko keselamatan.

Informasi mengenai aktivitas tersebut diperoleh dari sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Sumber menyatakan siap bertanggung jawab dan memberikan keterangan apabila dibutuhkan untuk kepentingan klarifikasi, Senin (7/9/2026).

Sorotan utama bukan semata-mata pada aktivitas pengelasan, melainkan di mana pekerjaan itu dilakukan dan apakah seluruh prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah dipenuhi.

Pengelasan pada kapal tugboat bukan pekerjaan biasa. Aktivitas yang menghasilkan panas, api terbuka dan percikan api membutuhkan pengawasan serta pengamanan ketat, terlebih jika dilakukan di kawasan pelabuhan yang memiliki berbagai fasilitas dan aktivitas operasional.

Sejumlah pertanyaan pun mencuat.

Apakah pekerjaan tersebut telah mengantongi izin hot work? Siapa yang memberikan izin? Apakah lokasi telah diperiksa sebelum pekerjaan dimulai? Bagaimana pengamanan terhadap potensi kebakaran dan bahan yang mudah terbakar di sekitar lokasi?

Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka oleh pihak PT Pelindo Bitung.

Sebab, penerapan K3 tidak boleh hanya berhenti pada aturan tertulis. Setiap pekerjaan berisiko tinggi harus benar-benar dipastikan memenuhi standar keselamatan, termasuk kesiapan alat pemadam, pengawasan pekerjaan, pengamanan area serta prosedur tanggap darurat.

Jika benar pengelasan dilakukan di luar area dok, publik tentu berhak mengetahui dasar pertimbangan keselamatan dan prosedur yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

Jangan sampai pekerjaan yang dianggap rutin justru menjadi celah munculnya insiden. Percikan api dalam pekerjaan pengelasan bisa menjadi sumber kebakaran apabila pengamanan tidak dilakukan secara maksimal.

Keselamatan tidak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan.

Karena itu, apabila seluruh prosedur telah dipenuhi, PT Pelindo Bitung diharapkan memberikan penjelasan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sebaliknya, apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian prosedur, pemeriksaan dari pihak berwenang tentu diperlukan untuk memastikan standar K3 benar-benar diterapkan di kawasan pelabuhan.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo Bitung, James David Hukom, belum memberikan respons ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh wartawan.

Hingga berita ini dipublikasikan, informasi mengenai dugaan lokasi pengelasan tugboat tersebut masih memerlukan klarifikasi resmi dari PT Pelindo Bitung dan belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran.

Media ini membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Pelindo Bitung maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Jangan tunggu insiden. Pengelasan boleh dilakukan, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas.