Agus Fatoni Minta Setiap Daerah Harus Samakan Pemahaman Tentang Inovasi Dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah

oleh

Loading

IMG-20210716-WA0012

JAKARTA, Mediamanado.com – Sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi Kelitbangan Provinsi Kalimantan Timur tahjn 2021, Agus Fatoni selaku Kepala Badan Litbang Kemendagri, mengajak semua Pemda untuk dapat menyatukan pemahaman terkait inovasi. Hal ini baginya penting dikarenakan upaya untuk meningkatkan inovasi di daerah dapat cepat terwujud.

Lebih lanjut Fatoni menyampaikan bahwa inovasi bukan merupakan suatu urusan, namun inovasi harus ada dalam setiap urusan penyelengaraan pemerintahan daerah. Selain itu, dirinya menekankan inovasi bukanlah suatu tujuan, melainkan cara atau metode untuk mencapai target tata kelola pemerintahan yang lebih baik, efektif dan efesian dalam mencapai tujuan daerah. “Masih banyak pihak yang keliru dalam memaknai inovasi. Lantaran inovasi masih dianggap sebagai tujuan akhir dalam penyelenggaraan pemerintah daerah,” ujar Fatoni secara virtual dalam Rapat tersebut pada Kamis, 15 Juli 2021.

Menurutnya nilai utama dalam menerapkan inovasi adalah perubahan mindset, karena penting bagi segenap jajaran perangkat daerah untuk mengubah cara pandang dalam menjalankan pekerjaan. Jangan lagi terjeban dalam cara kerja yang monoton dan rutinitas atau memiliki mentalitas proyek. “Pemerintah daerah juga perlu melakukan kolaborasi tanpa sekat dan menerapkan mindset membahagiakan pelanggan atau masyarakat,” ucap Pria yang pernah menjadi Mahasiswa teladan IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) ini.

Ditambahkan pula oleh Agus Fatoni bahwa inovasi bukanlah inisiatif yang bersifat sporadis, namun dapat direncanakan oleh pemda. Guna meningkatkan kualitas inovasi, Fatoni berharap pemerintah daerah dapat menunjang kualitas aparaturnya dengan berbagai pelatihan yang memuat kurikulum inovasi. Selain itu, bagi aktor-aktor yang telah berhasil menerapkan inovasi, dapat didukung dengan diberikan penghargaan agar lebih termotivasi.

Di sisi lain, pemda juga dapat mendorong pemanfaatan hasil-hasil proyek perubahan satuan kerja di tiap eselon. “lembaga penelitian harus dimanfaatkan sebagai klinik inovasi dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas inovasi,” ungkap Fatoni.

(Dian M)