MITRA, MediaManadi.com – Akibat cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi akhir – akhir ini, mengakibatkan akses jalan penghubung antar Kecamatan Touluaan dan Touluaan Selatan, tepatnya di Perkebunan Sue, tak bisa dilewati akibat tertimbun material tanah longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Tenggara (Mitra) langsung bergerak cepat dengan mengirim alat berat berupa excavator untuk membuka akses jalan.
Saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mitra, Anneke Sumendap mengatakan, sebelumnya BPBD Mitra sudah mengingatkan kepada masyarakat lewat para Camat dan Hukum Tua bahwa akan ada cuaca ektrem.
” Menghadapi cuaca ektrem saat ini, kami sudah mengingatkan kepada para Camat dan Hukum Tua agar sampaikan kepada masyarakat untuk berhati – hati, karena informasi dari BMKG akan cuaca ekstrrm kali ini ada bibit siklon tropis, supaya kita bisa lebih waspada,” ucap Anneke Sumendap.
Lebih lanjut ia mengimbau agar kedepan masyarakat lebih berhati – hati lagi karena cuaca saat ini yang tidak menentu.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Mitra, terlebih yang berada di daerah yang rawan longsor agar lebih berhati-hati karena melihat cuaca saat ini yang sudah tidak menentu lagi,” tutur Anneke Sumendap.
Selain itu Camat Touluaan Roy Rondonuwu didampingi aparat kepolisian Touluwaan Aiptu Otni Kosegeran dan Koramil Tombatu Pratu Aliyanus Telaumbanua kepada awak media mengatakan, setelah mendapat informasi dari BPBD pihaknya langsung berkoordinasi untuk bersiaga dengan menghubungi Hukum Tua dan BPD guna memantau wilayah masing-masing, apabila terjadi sesuatu langsung diinformasikan.
“Sehingga tadi malam, karena curah hujan yang cukup tinggi setelah dapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan Kepolisian dan Koramil dan sejak tadi pagi langsung turun lokasi kerja bakti untuk membuka sementara akses jalan sambil menunggu pihak BPBD dan PU,” ungkap Rondonuwu.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Kepala BPBD Mitra karena langsung bergerak cepat dengan mengirim alat berat ini dan juga turun langsung ke lokasi untuk memantau.
” Kami sangat bersyukur karena pihak BPBD langsung mengirim alat berat excavator untuk membuka akses jalan sehingga pejalan kaki dan kendaraan roda dua sudah bisa melewati ,” kata Rondonuwu.
Ia pun menambakan sebagaimana yang menjadi komitmen dari Pemerintah Daerah bahwa dengan slogan melaju di 21′ artinya melaju secepat mungkin.
“Dan terbukti pada saat ini alat sedang bekerja dan sudah mulai membuka akses untuk pejalan kaki dan roda dua juga roda empat. Mudah-mudahan akses yang di perkebunan Sue ini secepatnya bisa terbuka, sehingga akses dari Touluaan dan Touluaan Selatan ini kembali normal,” pungkas Rondonuwu.
(Alfian)








