Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Bolmong Imi Manangin, mengakui jika penyebab naiknya harga beras serta kelangkaannya dikarenakan adanya aksi para tengkulak dari luar daerah.
Mereka melakukan aksi borong beras di tempat-tempat penggilingan padi dan penjualan beras lainnya. “Ke depan kami akan mengundang dan bekerjasama dengan pengusaha penggilingan padi, sehingga kontrol terhadap stok beras dapat terkendali,” kata Imi.
Sukrin Damogalad, salah seorang pedagang beras di Pasar Lolak mengatakan, ia dan rekan-rekan pedagang lainnya mengalami kesulitan mendapatkan beras untuk dijual kembali.
“Sudah dua pekan kami kesulitan mencari beras. Jangankan untuk dijual kembali, untuk kebutuhan konsumsi setiap hari kami pun sulit,” kata Sukrin.
Personel Gerakan Rakyat Peduli Tanah Lahir (Garputala) Zulfan Lasabuda, mengatakan kelangkaan serta melambungnya harga beras di Bolmong sungguh mencengangkan. Sebab, tiga tahun terakhir Bolmong mampu surplus beras. “Ini ibarat pepatah ikan mati kehausan di tengah laut,” katanya.
Ia pun meminta sistem pengendalian pangan Pemkab agar lebih serius memperhatikan masalah seperti ini. Sehingga ke depan, pemerintah bisa mengantisipasi dan memiliki solusi atas kejadian seperti ini. “Apa gunanya dibentuk satu instansi pengendalian pangan, sementara fungsinya tidak jelas,” ujar Zulfan. (taslim)






