
MANADO, MediaManado.com – Kepala Badan Kesbangpol Daerah Provinsi Sulut Evans Steven Liow S.Sos menegaskan, pihaknya akan menertibkan Organisasi Mahasiswa dari luar Sulut yang mengancam bahkan membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Apalagi, menjadikan Sulut sebagai tempat untuk merongrong NKRI oleh sejumlah mahasiswa yang berasal dari luar Sulut. Karena gerakan-gerakan ini sangat membahayakan, bahkan menyeret daerah ini dalam gerakan-gerakan separatis yang membahayakan negara,” tandas Steven Liow, Minggu (19/09/2020) sore.
Ia pun menegaskan bahwa setiap mahasiswa yang datang menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Sulut patut membuat pakta integritas guna menjaga keutuhan NKRI. “Kami akan menyurat ke rektorat perguruan tinggi terkait hal itu,” ujar Liow.
Sementara E.K. Tindangen SH, Satgas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) minta kepada mahasiswa yang berasal dari luar daerah, agar ikut menjaga stabilitas daerah Sulawesi Utara.
“Jangan rusak citra positif masyarakat di Sulawesi Utara. Kami berharap, aparat bertindak tegas terhadap adanya beberapa oknum mahasiswa membawa isu separatisme yang menjadi ancaman kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Tindangen.
Ia mengatakan, FKDM telah memonitor kegiatan diduga ‘makar’ yang membahayakan keutuhan NKRI, yang dilakukan beberapa oknum mahasiswa luar Sulut di beberapa tempat seperti di Manado dan Tomohon selama dua hari terakhir. Apalagi, kegiatan itu tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
“Yang sangat kami sesalkan, justru pemerintah setempat, kepala lingkungan dan lurah yang memiliki wilayah, dimana kegiatan berlangsung di asrama mahasiswa, tidak banyak berbuat. Padahal, kegiatan oknum mahasiswa itu, terang-terang mengancam kedaulatan NKRI. Ini berbahaya,” ungkapnya.
Apalagi, aktivitas kegiatan oknum-oknum mahasiswa ini terbilang besar, karena mengumpulkan banyak orang, dan melanggar protokol kesehatan Covid-19.
“Harusnya, baik Kepala Lingkungan maupun Lurah, berhak membubarkan kegiatan itu. Kalau pembiaran ini terus dilakukan, ini berbahaya. Pihak aparat kepolisian harus bertindak tegas. Kepala Lingkungan dan Lurah pun harus diperiksa,” tandas Tindangen.
Selain itu, Michael Singkoh, Pengurus Forum Kader Bela Negara Sulawesi Utara meminta agar para mahasiswa dari luar Sulut menghormati dan menghargai tradisi hidup masyarakat Sulut.
“Sebaiknya adik-adik mahasiswa dari luar Sulut menghormati tradisi hidup di tanah Sulawesi Utara yang terus menjaga hidup rukun, aman dan nyaman. Berhentilah berulah atau bahkan memakai daerah kami untuk hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku,” ujar Singkoh.
Bahkan, tambah Singkoh, saat ini sebagian mahasiswa kuliah daring akibat kondisi pandemi Covid-19.
“Hal ini menjadi perhatian kita semua, agar wabah ini tidak menyebar secara luas dan dengan cepat bisa membawa dampak buruk bagi kehidupan kita, terlebih saat ini kita di Sulut sedang berada pada masa tahapan Pilkada Serentak. Jadi kami berharap, semua patuh pada protokol kesehatan. Jangan ada yang berulah. Begitu juga dengan mahasiswa dari luar Sulut, jangan buat masalah di tanah damai, rukun, aman dan nyaman ini,” ungkap Singkoh.
“Di Sulut, anda menempuh ilmu. Jangan buat gaduh, apalagi mengganggu ketentraman masyarakat Sulut. Selaku Kader Bela Negara, jika ada sesuatu gerakan memecah belah, kami tidak tinggal diam, karena ini berbahaya bagi kedaulatan NKRI. Mari kita menjaga semagat persaudaran sebagai anak bangsa, karena Torang Samua Ciptaan Tuhan,” kata Singkoh.
Diketahui, selama dua hari terakhir, sejumlah oknum mahasiswa luar Sulut melakukan pertemuan mengumpulkan banyak orang.
Mereka menggalang dukungan para mahasiswa lain untuk melakukan penandatanganan Petisi Rakyat Papua Menolak Otonomi Khusus Jilid II.
Malahan, terpantau FKDM bahwa baik di Tomohon maupun Manado telah dijadikan lokasi pertemuan, dimana Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Pusat menjadi penggerak pertemuan untuk penandatanganan Petisi Rakyat Papua.
Di Manado sendiri, mereka melakukan dua agenda yakni pada Sabtu (19/09/ 2020) digelar penandatanganan dan penyerahan dukungan atas Petisi Rakyat Papua bertempat di Asrama Mahasiswa Papua Cenderawasih V Manado dan agenda kedua yakni rencana menggelar aksi damai Tolak Otsus Jilid II ke Kantor Gubernur pada Senin (21/09/2020) nanti. (Ferry)





