AS undang Tamu Gay Saat Penyambutan Paus, Vatikan Geram

oleh
Paus Fransiskus akan mengunjungi AS setelah melawat ke Kuba pekan ini. (Foto: Reuters)

Loading

Paus Fransiskus akan mengunjungi AS setelah melawat ke Kuba pekan ini. (Foto: Reuters)
Paus Fransiskus akan mengunjungi AS setelah melawat ke Kuba pekan ini. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – MediaManado.com – Pihak Vatikan dilaporkan geram setelah Gedung Putih mengundang aktivis transgender dan uskup gay dalam acara penyambutan Paus Fransiskus di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Pejabat Vatikan merasa tersinggung dengan daftar tamu yang hadir dalam acara tersebut. Presiden Barack Obama yang dikenal sebagai pendukung hak-hak homoseksual dituduh mencoba menekan pemimpin umat Kristiani itu untuk mendukung isu-isu tersebut.

Tuduhan itu langsung dibantah oleh Gedung Putih.

“Saya pikir, kami akan sangat berhati-hati untuk tidak memanfaatkan kunjungan Sri Paus dan kata-katanya ke dalam politik domestik kami. Dia akan menentukan sikapnya sendiri dan saya yakin dia akan menyuarakan pikirannya,” kata Penasihat Komunikasi Obama, Ben Rhodes, sebagaimana dilansir The Telegraph, Selasa (22/9/2015).

Dalam acara yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 September 2015 tersebut, Sri Paus akan bertemu dengan Presiden Obama dan ribuan tamu undangan lainnya.

Di antara para undangan terdapat nama Uskup Gene Robinson yang secara terbuka telah mengakui dirinya gay, Mateo Williamson dan Vivian Taylor, tokoh transgender yang juga berperan sebagai aktivis, serta seorang Simone Campbell, seorang biarawati yang mendukung aborsi dan kontrasepsi.

Sikap Vatikan terhadap daftar tamu itu disebabkan oleh kekhawatiran akan kemungkinan Paus difoto bersama dengan salah satu undangan tersebut. Jika hal itu terjadi maka foto tersebut bisa jadi disalahartikan sebagai dukungan paus untuk isu-isu yang mereka angkat.

Paus sendiri belum memberikan komentarnya mengenai hal ini. Namun, Uskup Gene Robinson berpendapat bahwa tokoh agama itu tidak akan keberatan dengan daftar tamu yang dimaksud.

“Saya sulit untuk percaya Paus Fransiskus akan mengkhawatirkan seorang pria gay dan seorang biarawati di tengah kerumunan ribuan orang,” kata Gene.

“Paus Fransiskus marah atau kecewa dengan salah seorang yang ada dalam daftar tamu sangat berlawanan dengan semua yang kita ketahui tentang dirinya,” tutupnya.

EDITOR : INYO. R.