
WASHINGTON – MediaManado.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengklaim bahwa di negaranya tidak akan ada tindak terorisme lagi setelah peristiwa penembakan brutal di LSM disabilitas San Bernardino terjadi dan menewaskan 14 orang.
“Kita ini negara yang kuat. Kita tangguh untuk menghadapi hal ini, dan saya yakin AS tidak akan menerima tindakan terorisme lagi setelah peristiwa penembakan di San Bernardino,” tegas Presiden Obama, seperti diberitakan Reuters, Senin (7/12/2015).
“Saya berjanji mengerahkan tim investigator untuk mengungkap penyebab sesungguhnya dari kasus penembakan brutal di LSM disabilitas Inland Regional Centre. Hingga kini, motivasi pelaku dalam penembakan itu belum terungkap,” sambungnya.
Sebelumnya, pada Minggu 6 Desember malam waktu setempat, Presiden Obama memang dijadwalkan untuk menyampaikan hasil investigasi lebih lanjut perihal tragedi penembakan brutal di LSM disabilitas San Bernardino.
Sebagaimana diberitakan, penembakan brutal di LSM disabilitas bernama Inland Regional Centre itu dilakukan oleh dua pelaku yang teridentifikasi bernama, Syed Rizwan Farook (28) dan istrinya, Tashfeen Malik (27). Mereka menyerbu LSM Inland Regional Centre, yang merupakan pusat pemerhati orang-orang dengan disabilitas di California.
Dua pelaku yang merupakan pasangan suami-istri (pasutri) itu telah ditembak mati Kepolisian San Bernardino ketika terlibat baku tembak akibat mobil SUV-nya dikepung polisi.
Menurut FBI, pasutri itu diketahui memiliki dua senapan serbu, dua pistol semi otomatis, 6.100 butir peluru dan 12 bom pipa di rumah mereka. Dua pelaku itu juga dicurigai telah merencanakan sebuah serangan lain.
EDITOR : INYO R.





