Begini Trik Mumpuni Gubernur Olly Hadapi Inflasi di Daerah

oleh -1165 Dilihat

 

MANADO, MediaManado.com – Dalam menghadapi krisis ekonomi global kedepan, maka inflasi menjadi perhatian serius yang patut digarisbawahi pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey SE saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi (RAKOREV) Hasil Pembangunan Triwulan III Tahun 2022 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara di GKIC, Rabu (16/11/2022).

“Inflasi di daerah kita yang rata-rata disebabkan oleh kelompok bahan makanan, maka ketersediaan dan distribusi barang, terutama produk pertanian agar mendapat perhatian,” kata Gubernur Olly.

Orang Nomor Satu di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulut ini memaparkan Enam Aksi yang perlu dilakukan masing-masing daerah dalam rangka pengendalian inflasi yang secara nasional terus dipantau, yaitu:

Pertama, Melaksanakan operasi pasar;

Kedua, Melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang;

Ketiga, Kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan;

Keempat, Gerakan menanam;

Kelima, Merealisasikan BTT;

Keenam, Dukungan transportasi dari APBD.

Selain itu, Gubernur Olly juga menyampaikan program Penghapusan Kemiskinan Ekstrim, dimana Pemerintah pusat menargetkan Kemiskinan Ekstrim Nol Persen pada tahun 2024.

Gubernur Olly juga berharap seluruh Kabupaten/Kota berperan aktif dalam upaya pencapaian target tersebut, yaitu dengan mendata kembali keberadaan masyarakat miskin di masing-masing Kabupaten/Kota, mencari tahu akar permasalahan penyebab kemiskinan ekstrim tersebut dan mengambil tindakan yang tepat untuk menanggulanginya.

Gubernur Olly juga menambahkan terkait Ketahanan/Kedaulatan Pangan.

“Kita targetkan ke depan untuk secara bersama-sama dapat mewujudkan Kedaulatan Pangan di Provinsi Sulawesi Utara untuk itu program Marijo Ba Kobong agar terus digalakkan. Manfaatkan lahan-lahan tidur dan fokus untuk komoditi pangan lokal di samping tetap mempertahankan komoditi-komoditi ekspor,“ jelasnya seraya menambahkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Guna kelancaran pembangunan, Gubernur Olly mengajak peserta RAKOREV agar dapat berkomitmen untuk hal-hal sebagai berikut:

1. Mengoptimalkan dukungan daerah dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan;

2. Melakukan pendataan penerima manfaat dan lokus kegiatan pembangunan yang aktual dan faktual;

3. Koordinasi yang lebih intens antara pusat dan daerah;

4. Mengoptimalkan penggunaan potensi unggulan daerah dalam rangka meningkatkan daya saing daerah;

5. Meningkatkan kapasitas aparatur dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel dalam mewujudkan tatakelola pemerintah yang baik; dan

6. Menciptakan kondisi yang kondusif untuk menjamin terselenggaranya program dan kegiatan pembangunan.

Gubernur Olly berharap kiranya hasil RAKOREV ini dapat dijadikan masukan dalam perencanaan pembangunan tahun 2024 baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, sehingga target-target pembangunan yang akan ditetapkan dalam dokumen perencanaan dapat terimplementasi mulai dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat Desa.

Gubernur Olly berpesan kepada para Bupati/Walikota agar memacu perangkat daerahnya untuk segera merealisasikan pelaksanaan program dan kegiatan, dengan memaksimalkan waktu yang tinggal satu bulan, sehingga pada akhir tahun 2022 seluruh program dan kegiatan yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bisa terealisasi.

“Mari kita terus melangkah bersama, kita sukseskan bersama berbagai agenda yang ada, menuju percepatan pembangunan, pemulihan dan kebangkitan daerah demi terwujudnya Sulawesi Utara yang Maju dan Sejahtera sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Kawasan Asia Pasifik,” ajak Gubernur Olly.

Memang sebelumnya, Gubernur Olly menyampaikan Pemerintah Provinsi secara berkala setiap tahun melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan RKPD Kabupaten/Kota sebagai salah satu wadah untuk bersinergi melakukan penyelarasan program, kegiatan, proyek, target, lokasi, dan anggaran pembangunan daerah antara Pemerintah Provinsi dan Kabubaten/Kota pada masing-masing bidang urusan pemerintahan, termasuk  laporan capaian dan permasalahan pembangunan dari Bupati/Walikota.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Drs Steven O.E. Kandouw, Forkopimda Sulut, Bupati dan Walikota se-Sulut serta pejabat terkait lainnya di lingkup Pemprov Sulut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.