MANADO, Mediamanado.com – Anggota DPRD Provinsi Sulut, Melky Jakhin Pangemanan, S.IP, MAP, M.Si berkomitmen selalu siap menyampaikan laporan kerjanya sebagai bentuk pertanggung jawabannya meskipun ditengah Pandemi Covid-19
Berikut laporkan kerja harian yang telah dilaksanakan yakni: Jumat 23 April 2021 yang disajikan secara lengkap, dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19.
Jumat, 23 April 2021
11.00 – 12.50 Kunjungan kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim ahli ke PT. Tirta Investama di Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.
Kunjungan kerja BAPEMPERDA dalam rangka mendapatkan masukan/usul dari pihak perusahaan dalam pembuatan Rancangan Peraturan Daerah Usul Prakarsa DPRD tentang Pengendalian Sampah Plastik.
Pihak perusahaan memberi apresiasi atas langkah BAPEMPERDA DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang akan membuat produk hukum daerah tentang pengendalian sampah plastik di Sulawesi Utara.
Indonesia merupakan negara ke-2 terbesar penghasil sampah plastik setelah China. Diproyeksikan pada tahun 2025 akan tetap menduduki posisi ke-2 dunia apabila tidak ada perubahan paradigma dan pengelolaan sampah secara umum.
Pemerintahan Indonesia berkomitmen pada tahun 2025 untuk mengurangi sampah hingga 30% dan pengelolaan 70% sampah melalui Program Gerakan Indonesia Bersih, dimana Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi adalah kementerian untuk mengkoordinir target program tersebut.
Mengingat komposisi demografi Indonesia berdasarkan data tahun 2016, bahwa generasi millenial dan generasi yang lebih muda jumlahnya lebih dari 41% dari total populasi Indonesia maka generasi milenial merupakan kelompok usia yang berpotensi untuk berkontribusi cukup besar dalam pemakaian sumberdaya dan menghasilkan sampah.
PT. Tirta Investama (Danone Aqua) telah membuat berbagai inisiatif meningkatkan kualitas manajemen sampah plastik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan telah mengimplementasikan ekonomi sirkular sejak 1983.
PT. Tirta Investama (Danone Aqua) fokus kepada tiga pilar dalam meningkatkan kualitas manajemen sampah plastik, yakni pengumpulan, edukasi dan inovasi. Untuk pengumpulan, kerja sama dengan para pemangku kepentingan membuahkan infrastruktur dan meningkatkan kapasitas persampahan baru seperti unit bisnis daur ulang, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta bank sampah.
Pada pilar edukasi pihak perusahaan memberi informasi kepada 100 juta konsumen Indonesia dan 5 juta anak usia sekolah melalui kampanye edukatif. Kemitraan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan Lentera Anak, dan Universitas Indonesia menghasilkan modul edukasi “Sampahku Tanggung Jawabku” untuk anak usia SD dan Serial Buku Buku Dongeng dan Video Petualangan “Sampahku Tanggung Jawabku” untuk anak usia PAUD.
Pilar inovasi, pihak perusahaan berkomitmen membuat 100 persen kemasan plastiknya dapat digunakan ulang, didaur ulang atau dapat terurai pada tahun 2025. Pada 2018 pihak perusahaan meluncurkan botol 100 persen dari bahan baku plastik PET daur ulang (rPET) lalu meluncurkan botol kaca guna ulang (Returnable Glass Bottle) untuk melayani segmen industri pariwisata. Inovasi terkini pada tahun 2020 berupa peluncuran produk botol air dalam kemasan 600 ml dengan kemasan yang mengandung 100 persen plastik daur ulang dan 100 persen dapat didaur ulang.
(Dian M)






