Berita WNA China Terpapar Virus Corona di PT SEJ Minahasa Selatan, Ternyata Hoaks !!

oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan saat mengklarifikasi di Kantor Perwakilan PT SEJ di Manado, Sabtu (29/02/2020)

Loading

Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan saat mengklarifikasi di Kantor Perwakilan PT SEJ di Manado, Sabtu (29/02/2020)
Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan saat mengklarifikasi di Kantor Perwakilan PT SEJ di Manado, Sabtu (29/02/2020)

 

MINSEL, MediaManado.com – Berita dugaan salah satu karyawan tambang PT Sumber Energy Jaya (SEJ), Mr Huang Shuming (HS), WNA asal China terpapar Virus Corona adalah tidak benar, bohong dan hoaks.

Hal itu terungkap setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dr Erwin Schouten melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit (P2) Ibu Yuni Panambunan menyambangi langsung Kantor Perwakilan PT SEJ di Kelurahan Sario Manado, Sabtu (29/02/2020).

Kedatangan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan ini bertujuan untuk mengklarifikasi berita dugaan adanya salah satu karyawan PT SEJ yang diberitakan mengidap Virus Corona dan membawa virus mematikan itu ke daerah ini, setelah melarikan diri dari tempat karantina di Jakarta.

Menurut Panambunan, Mr HS, karyawan asal China di PT SEJ telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Jakarta. Usai menjalani masa karantina dan pemeriksaan kesehatan, Mr HS dinyatakan bebas Virus Corona dan dipersilahkan melanjutkan perjalanan menuju Manado.

Dalam hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) Virus Corona atau Covid-19, Mr HS tidak ditemukan terpapar virus tersebut.

Hasil pemeriksaan dari KKP pada Mr HS, WNA China, karyawan PT SEJ
Hasil pemeriksaan dari KKP pada Mr HS, WNA China, karyawan PT SEJ

 

Memang, Mr HS memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit (China). Pada tanggal 11 Januari 2020, dia berangkat dari bandara internasional Soekarno-Hatta (Soeta) Cengkareng menuju Bandara FuZhow China dan melanjutkan perjalanan pada tanggal 13 Januari 2020 ke Fujian. Mr HS hanya beraktivitas di Fujian saja. Pada tanggal 26 Januari 2020, larangan keluar rumah di Fujian juga diberlakukan.

Dan dia nanti keluar rumah saat mau kembali ke Indonesia, dimana pada tanggal 4 Februari 2020 dari Fujian, Mr HS menggunakan KA ke Senjeng. Dari Senjeng, dia naik spedboat menuju Hongkong selama 1 jam perjalanan.

Dari Hongkong, Mr HS menuju Jakarta menggunakan pesawat Chatay (6 jam perjalanan). Sebelum naik pesawat dari Hongkong, dia melewati pemeriksaan kesehatan secara ketat, sebagaimana dilakukan para petugas setempat pada semua penumpang pesawat yang akan keluar dari wilayah itu.

Hal itu juga dia jalani saat tiba di Jakarta via Bandara Soeta. Di bandara Soeta, Mr HS dikarantina selama 14 hari guna mendapatkan Health Alert Card (HAC) dari petugas kesehatan dan karantina Indonesia.

Pada tanggal 17 Februari 2020, Mr HS dinyatakan sehat dan diperkenankan melanjutkan perjalanan ke Manado via Bandara Sam Ratulangi Manado.

Akan tetapi, Mr HS belum melanjutkan aktivitas di PT SEJ, karena masih menginap selama 4 hari di BigFish hotel Manado dan nanti pada tanggal 22 Februari 2020, dia menuju tempat kerja perusahaan tambang PT SEJ di desa Karimbow Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan.

IMG-20200229-WA0055

 

“Jadi, saat dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE), yang bersangkutan (Mr HS), dinyatakan dalam keadaan sehat dan sudah melewati masa pemantauan. Buktinya, HAC ada pada yang bersangkutan,” kata Panambunan.

Menurut Panambunan, dalam klarifikasi dan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minsel kepada Mr HS, yang turut didampingi salah satu Staf PT SEJ, dia menunjukkan Kartu Berbadan Sehat dan Hasil Karantina selama 14 hari dari Pusat Karantina di Jakarta. Dengan demikian Mr HS benar-benar tidak mengidap Virus Corona.

HAC dikeluarkan pihak Kementerian Kesehatan RI melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara. HAC ini menerangkan bilamana penumpang yang bersangkutan, bebas dari gejala, ataupun yang memiliki gejala dan ditindak lanjuti sesuai dengan hasil dari HAC ini.

Untuk itu, Kadis Kesehatan dr Erwin Schouten mengatakan, masyarakat kiranya boleh bernafas legah, setelah pihaknya mengklarifikasi isu yang berkembang di masyarakat Karimbow dan Kabupaten Minsel.

“Kami akan siap selalu memantau tenaga kerja dari luar yang masuk ke daerah Minsel, lebih khusus pekerja dari China di PT SEJ. Dan mengenai isu berkembang, kami langsung merespon dan siap menindaklanjuti apabila ada indikasi Virus Corona di daerah ini,” tandas dr Schouten. (Sampel)