MANADO, Mediamanado.com – Munculnya beragam stigma negatif dari masyarakat mengenai cara penanganan pasien teridentifikasi positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Prof.DR. Kandou Malalayang, menuai tanggapan dari salah satu wakil rakyat DPRD Provinsi Sulut.
Kali ini yang turut angkat suara yakni Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, yang juga merupakan koordinator Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat. Lombok menyampaikan bahwasanya permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat tersebut sudah langsung disampaikan ke pimpinan dan anggota Komisi IV untuk dibahas.
“Kejadian sudah langsung kami sampaikan ke komisi IV untuk diagendakan.” ujar Lombok kepada wartawan Selasa, (27/7/21) melalui pesan WhatsApp.
Politisi Partai Demokrat ini pun mengapresiasi kepada masyarakat yang sudah turut mengawasi dan mengingatkan mengenai kinerja dari Dewan.
“Terima kasih sudah mengingatkan, bahwa kinerja kami perlu lebih lagi di boldline. Semua berproses di komisi IV, boleh dikonfirmasi. Yang pasti, semua peristiwa kita tidak cuma pantau tapi tindak lanjuti, mekanisme nya masih virtual, rapat di kantor 10 persen tapi tentu kita berharap instansi terkait bertanggung jawab atas informasi ini, dengan mengadakan evaluasi menyeluruh, juga soal pembayaran honor nakes,” ungkap legislator dapil Minsel-Mitra ini.
Seperti diketahui belakangan ini masyarakat banyak mengeluhkan pelayanan dari Rumah Sakit Prof. DR. Kandou Malalayang khususnya bagi pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Begitu marak beredar dalam sosial media masyarakat seperti sudah tidak lagi mempercayai pihak Rumah Sakit dimana yang menyatakan pasien meninggal Covid di saat sudah meninggal, sehingga seringkali menimbulkan ketidaknyamanan di Rumah Sakit tersebut.
Banyak warga meminta wakil rakyat Sulut peka terhadap keluhan warga yang merasa dirugikan akibat penanganan yang dianggap janggal serta berharap ada penjelasan secara transparan dari pihak rumah sakit melalui wakil rakyat.
“Wakil rakyat kita di DPRD Sulut jangan cuma diam, ini sudah menyangkut nyawa. Apakah ada kesalahan prosedur penanganan atau bagaimana ini harus dijelaskan, tapi sampai saat ini wakil rakyat kita cuma diam tidak peka, ” sesal Christian salah satu warga Minahasa Utara.
Hal senada dikatakan Chan Limpele warga Minahasa Selatan. Ia berharap para wakil rakyat jangan hanya memanfaatkan momentum pandemi covid untuk memberikan bantuan untuk kepentingan pencitraan namun justru mengabaikan hal lain yang justru sangat meresahkan bahkan saat ini sudah terbentuk stigma bahwa RS Prof. Kandow sengaja meng-covid kan pasien.
“Ini stigma yang beredar di masyarakat saat ini dan kenyataannya seperti itu dan sangat berbahaya tidak lagi menganggap rumah sakit sebagai tempat perawatan, saya salut ada beberapa anggota DPRD yang turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat, tapi persoalan RS Prof Kandow juga harus disikapi, wakil rakyat jangan hanya diam, kalian dipilih untuk memperjuangkan suara rakyat ” tegasnya.
(Dian M)






