
MINUT, Mediamanado – Rolling Jabatan Eselon II Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tampaknya belum jelas kapan dilaksanakan.
Pasalnya, hingga kini hasil job fit atau uji kompetensi 25 jabatan eselon II masih di tangan pimpinan dan belum dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Styvi Watupongoh saat bersua dengan mediamanado.com, Kami (21/04/22) siang tadi.

Menurutnya, hasil dari job fit yang digelar awal sebanyak 22 dan 3 di tahap susulan, sudah diserahkan tim seleksi yang diketuai oleh penjabat Sekertaris Daerah Rivino Dondokambey kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Wiliam Lotulung.
“Mekanismenya, jika hasil dari job fit sudah ada, maka kami dari BKPSDM akan menyurat ke KASN melalui Gubernur Sulawesi Utara untuk mendapatkan persetujuan,” ujar Watupongoh.
Lebih lanjut ditambahkan Kaban Styvi, jika saat ini pihaknya belum mengirim hasil job fit baik tahap awal maupun susulan yang totalnya mencapai 25 jabatan eselon II. “hasilnya sudah ada di tangan pimpinan. Kenapa belum dikirim, kemungkinan pimpinan bersifat hati-hati untuk menentukan siapa-siapa yang akan menduduki jabatan-jabatan strategis di Pemkab Minut.
Hasil job fit ini juga, kemungkinan disesuaikan dengan penilaian dan evaluasi pimpinan. Sehingga, kami yakin sudah di tahap finishing untuk segera dikirim ke KASN dan tinggal menunggu kapan waktunya tergantung pimpinan,” jelas Kaban.
Ketika disinggung belum dikirim hasil job fit lantaran terdapat sejumlah pejabat diduga tidak memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan eselon II, dibantah olehnya. Dikatakan Watupongoh, pihaknya memang tidak melihat hasil job fit sebab tim yang terdiri dari Akademisi, Kaban BKD dan Inspektur Provinsi serta Sekda Minut yang juga ketua Tim, telah menyerahkan hasilnya ke Bupati.
“Artinya kalau tidak memiliki kompetensi, tidak mungkin direkomendasikan untuk ikut job fit. Intinya hasil tersebut masih dikaji oleh pimpinan. Jadi tinggal menunggu saja,” jelasnya. (**)
Penulis: Sweidy Pongoh





