Buka Forkom dan Monev Kesehatan; Begini Kata Sekdaprov Praseno Hadi

oleh

Loading

WhatsApp_Image_2022-08-02_at_10-45-18

 

MANADO, MediaManado.com – Fasilitas kesehatan (Faskes) di Provinsi Sulut hingga saat ini, patut diapresiasi. Ketersediaan faskes ini merupakan wujud pelayanan kesehatan bagi rakyat Sulut yang terus menerus diupayakan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven OE Kandouw (ODSK).

Hal itu diungkapkan Pj Sekdaprov Praseno Hadi saat membuka kegiatan Forum Komunikasi serta Monitoring dan Evaluasi Atas Penyediaan Fasilitas Kesehatan, Sarana Prasarana dan SDM FKRTL dengan Pemangku Kepentingan Tingkat Provinsi Sulut di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur, Selasa (02/08/2022).

“Kita berbangga Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw sangat care dengan pelayanan kesehatan di Sulut. Dibandingkan provinsi lain di Sulawesi, faskes kita sudah jauh maju,” kata Praseno Hadi.

Ia menambahkan bahwa Rumah Sakit banyak, dokter banyak, fasilitas ada, kualitasnya juga bagus, swasta ada, pemerintah ada.

“Kita berharap ini semua bisa meng-cover health tourism atau wisata kesehatan. Seterusnya jadi pusat kesehatan di kawasan Asia Pasifik,” ujar Praseno Hadi optimistis.

Menurut dia, pelayanan kesehatan merupakan urusan wajib yang harus dijamin oleh pemerintah, karena menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat, sesuai yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Makanya dulu mungkin hanya asuransi, sekarang sudah jadi badan. Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan, BPJS. Jadi BPJS diharapkan dapat memfasilitasi kehadiran negara dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat,” terangnya.

“Untuk itu dalam tugasnya, seluruh penduduk Indonesia ter-cover, terdaftar, sehingga bisa dilayani pengobatan kesehatannya,” sambungnya.

Oleh karenanya, ia menyebut bahwa fasilitas kesehatan dituntut harus siap, mulai dari sarana dan prasarana hingga tenaga kesehatan.

“Kita dikagetkan selama masa pandemi Covid-19, ternyata fasilitas kesehatan kita di Indonesia kurang memadai. Kita agak kedodoran karena tidak bisa menampung semua. Kita rekrut sukarelawan, impor obat-obatan. Jadi kewajiban negara dalam hal ini masih belum cukup kuat,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan BPJS Kesehatan Suluttenggomalut.

Nampak hadir Asisten Deputi BPJS, unsur Forkopimda Sulut, sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulut. (Ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *