
MANADO, MediaManado.com– Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut Jenry Sualang SPd MAP mengajak generasi muda saat ini untuk memiliki 4 kecerdasan sebagai modal dasar membangun karakteristik jati diri bangsa yang unggul di Masa depan.
Hal itu disampaikan Jenry Sualang saat membuka kegiatan ‘Lomba Seni Lukis Virtual’ yang digelar UPTD Taman Budaya dan Museum Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut, Jumat (10/07/2020).
Menurut dia, saat ini Pemprov Sulut bekerjasama dengan jajaran Pendidikan dan Kebudayaan sementara mencari orang orang yang cerdas, hebat tapi berbudaya.
“Karena di satu pihak, banyak orang cerdas dan hebat saat ini, tapi tidak berbudaya,” ujarnya.

Padahal, tambah Sualang, hal itu sudah diamanatkan melalui UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya,” kata Sualang.
Ia menyebutkan bahwa ada 4 kecerdasan yang patut dimiliki generasi muda, yaitu Cerdas Intelektual, Cerdas Emosional Sosial, Cerdas Spiritual dan Cerdas Kinestetik.
Ia membeberkan bahwa Kecerdasan Intelektual seperti menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diraih dengan belajar dan belajar.
“Pemerintah melalui instansi terkait terus menerus mendidik dan membina generasi muda untuk meningkatkan kecerdasan intelektual dengan cara menguasai Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Maka wajarlah anak-anak kita sekolahkan sejak usia dini dari SD sampai PT, termasuk bagaimana kita juga ikut melibatkan anak-anak kita dalam lomba lukis virtual ini,” ungkap Sualang.
Selain kecerdasan intelektual, pemerintah juga menghendaki hadir pula orang-orang yang memiliki Kecerdasan Emosional Sosial.
“Apa saja itu ? Ya, itulah orang-orang yang suka menghargai hasil karya orang lain, pendapat orang lain, memiliki toleransi antar pemeluk agama yang berbeda keyakinan, orang yang tidak sombong, orang yang jujur, orang yang suka rela berkorban, memiliki etika yang baik. Inilah orang yang cerdas emosional sosial,” tuturnya.
Bahkan, tambah Sualang, begitu banyak pemimpin yang berhasil, karena pemimpin tersebut memiliki kecerdasan emosional sosial dalam dirinya, dan bukan hanya cerdas secara intelektual.
Selain itu juga, ada yang disebut Kecerdasan Spiritual. Hubungan secara spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta.
Tiga kecerdasan inipun dinilai cukup untuk membangun karakteristik seseorang. Akan tetapi, kata Sualang, dibutihkan satu lagi kecerdasan, yakni Kecerdasan Kinestetik yang ditemukan dalam bentuk kegiatan olahraga dan seni.
“Kecerdasan-kecerdasan inilah yang harus ada dalam membentuk karakteristik generasi muda masa depan; cerdas intelektual, cerdas emosional sosial, cerdas spiritual dan cerdas kinestetik,” tandasnya.
Dalam rangka Lomba Seni Lukis Virtual ini, kata Sualang, para peserta dan pelaksana serta Tim Juri pun dituntut untuk memiliki kecerdasan emosional sosial dalam arti bahwa apa yang menjadi petunjuk teknis lomba haruslah dipegang dan diikuti dengan benar dan jujur.
“Kalau panitia lomba tetapkan bahwa jam 10.00 WITA mulai berlomba, mari kita lakukan. Dan disini pula kita dilatih untuk bersikap profesional. Kita menghargai hasil karya orang lain, kita bangga pada hasil karya kita juga, bahkan kita bangga bila kita juga masih belum berhasil sebagai pemenang lomba dan hasil karya orang lain masih lebih baik dari hasil karya kita. Itulah kelebihan orang yang memiliki kecerdasan emosional sosial,” beber Sualang.
Ia pun menyinggung bahwa hingga saat ini banyak orang cerdas intelektual, tidak memiliki kecerdasan emosional sosial.
“Orang semacam ini, hanya senang memberi kritik pada teman pun pada pemerintah, tapi tidak menyampaikan solusi atau jalan keluar terhadap suatu permasalahan,” imbuhnya.
Ia pun berharap generasi muda saat ini perlu memiliki 4 kecerdasan di atas, sehingga sekalipun berhadapan dengan tantangan, akan tetapi hal itu bisa dilewati karena sudah terbangunnya karakteristik para generasi muda dengan 4 kecerdasan itu.
“Orangtua, para peserta dan tim juri tentunya berharap hasil dari lomba ini akan menjadi sesuatu yang berharga, karena hasil yang diperoleh merupakan hasil dari kerja yang profesional dan jujur,” tandas Sualang.
“Pemprov Sulut, pak Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven mengapresiasi kegiatan ini dengan luar biasa. Bahkan pak Sekprov Edwin Silangen SE MS atas nama Gubernur menandatangani surat yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota se-Sulut utk melibatkan seluruh siswa SD, SMP, SMA/sederajat dan masyarakat umum untuk mengikut Lomba Seni Lukis Virtual ini. Sehingga jadwalnya sudah ditutup pada tanggal 30 Juni 2020, tapi ditunda dan diperpanjang sampai tanggal 6 Juli 2020, karena antusiasnya para peserta yang mendaftar,” ungkap Sualang.
Diketahui Lomba Seni Lukis Virtual ini diikuti 213 peserta yang berasal dari kategori SD sebanyak 45 siswa, SMP sebanyak 38 siswa, SMA/sederajat 61 siswa dan kategori umum sebanyak 69 orang.
Pembukaan lomba ditandai dengan pemukulan alat tradisional Tetengkoren oleh Kadis Kebudayaan Jenry Sualang SPd MAP disaksikan jajaran Dinas Kebudayaan, Tim Juri dan peserta secara Virtual.
Adapun tema lomba yaitu ‘Aku Indonesia, Aku Cinta Budaya, Museum di Hatiku’ dengan subtema: Merajut Budaya di Masa Pandemi Covid-19.
Sedangkan hadiah yang disiapkan bagi pemenang lomba, totalnya sebesar Rp 28 juta. (Ferry)








