MITRA, Mediamanado.com-Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli menutup kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Bertempat di Hotel Peninsula, Kota Manado, Selasa 16 Desember 2025.
Adapun yang turut hadir dalam acara tersebut Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut, Ircham A. Taufick, yang mewakili Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut. Hadir pula Kepala BSG Cabang Ratahan Jeane Arina, SE, MM, Sekretaris Daerah David H. Lalandos, AP, MM, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Minahasa Tenggara, termasuk Asisten Administrasi Umum Ir. Elly S. Sangian, ME, Asisten Ekonomi Pembangunan Phebe Punuindoong, SH dan seluruh OPD.
Dalam sambutan Bupati Ronald Kandoli mengatakan, dalam Kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan Dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) capacity building implementasi aplikasi Mitra tax serta rekonsiliasi pembayaran pajak MBIB dan BPJT makan minum pada paket pekerjaan dalam APBD tahun 2025.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara merespon positif dan mengucapkan terima kasih kepada Pihak-pihak yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga bisa berakhir pada hari ini,” ujar Bupati.
Dikatakan Bupati,dalam High level Meeting TPID dan TP2DD memiliki peran strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang kongkrit, karena menjelang akhir tahun , Pemerintah daerah di minta harus mampu merumuskan langkah dan solusi yang tepat guna mengantisipasi kenaikan permintaan barang, terutama dalam menghadapi momentum Natal,Tahun Baru sehingga stabilitas harga dapat terkendali.
“Karena kecendrungan peningkatan inflasi kerap terjadi menjelang perayaan hari-hari raya keagamaan yang di sebabkan antara lain, harga komoditas yang bergejolak bahkan mengalami kenaikan. Untuk itu mengantisipasi lonjakan harga, maka saya mengharapkan kepada Pihak-pihak terkait, dapat memperhatikan perkembangan harga dan pasokan komoditas strategis di daerah kita, serta dapat menerapkan peta jalan pengendalian inflasi sebagaimana telah di susun oleh TPID,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut dikatakan Bupati, selain itu digitalisasi daerah merupakan faktor yang tak kalah penting, Oleh karena itu TP2DD di minta harus bekerja lintas sektor secara lebih terintegrasi, terutama dalam penerapan aplikasi yang telah di buat
“Semoga melalui kegiatan High Level Meeting kali ini, seluruh unsur TPID dan TP2DD dapat bergerak lebih cepat,responsif dan kolaboratif dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Minahasa Tenggara,sekaligus dapat menjaga stabilitas ekonomi Daerah menuju tahun 2026,” tutup Bupati. (CIA)





