Mitra, MediaManado.com – Ketua BPD Elly Komalik membuka Musyawarah Desa Khusus Rembug Stunting yang digelar di Balai Desa Watuliney Indah, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Kamis (16/6/2022)
Pihak puskesmas molompar belang yang dari dalam rembug stunting menjelaskan, stunting merupakan masalah gisi kronis akibat kurangnya asupan makanan yang masuk ketubuh dalam waktu yang panjang sehingga akibatkan tergangunya pertumbuhan bada bayi balita.
Pihak puskesmas menghimbau bagi ibu yang menyusui agar berikan anak anda asi ekslusif karena bayak mengandung gisi yang natural.
Sementara, Camat Belang Abdul Karim Pontoh, melalui kasie PMD Kecamatan Belang, Djamil Henur SE menyampaikan, saat ini pihak Kecamatan Belang sangat serius soal stunting ini.
” Dari data yang diperoleh pihak Kecamatan melalui Puskesmas Belang, ada 30 anak yang stanting dan Puskesmas Molompar ada 6 anak yang stunting,”ungkapnya.
Oleh sebab itu, saat ini pihak kecamatan turun langsung pada pelaksanaan remug stunting yang digelar setiap desa, guna percepatan penanganan stunting.
“Ini sudah menjadi Program Nasional sehingga pemerintah pusat terus berupaya dalam percepatan penanganan stunting dengan mengucurkan dana baik dalam bentuk dana desa serta dikerakannya dinas-dinas yang terkait didalamnya,” ujar Henur.
Bulan ini difokuskan dengan kegiatan remug stunting yang akan dituangkan dalam RKPDes yang nantinya akan dimasukan kedalan APBDes 2023.
“Untuk saat ini penanganan stunting di Watuliney Indah sudah bagus karena dari pemaparan dari KPM untuk stunting di desa ini sudah tidak ada lagai. Namun kami berharap agar Desa terus berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk pemberian makan yang baik bagi ibu hamil, bayi dan balita,” tutur dia lagi.
Dari pemaparan Kader Pembamgunan Manusia (KPM) Desa Watuliney, melalui pantauan priode stunting selama 6 bulan terhitung sejak januari-juni 2022, dari jumlah 739 jiwa pemetaan mencakup tiga sasaran yaitu, ibu hamil 6 orang, anak usia 0-2 tahun 12 0rang dan anak usia 2-6 tahun 33 orang,
Pemdes watuliney indah bekerja sama dengan pihak Puskesmas untuk kegiatan posyandu rutin dilaksanakan dengan menjangkau seluruh jaga dibantu kader yandu dan sub ppkbd Sehingga dari hasil tabel yang didapati bahwa di desa watiliney indah tidak didapati stunting.
“Trima kasih buat Ibu Hukum Tua Watuliney indah Ance Kumaat yang terus berupaya menekan hingga saat ini tidak ada lagi stunting di dalam desa ini,”tutupnya.
(Alfian)







