MANADO, MediaManado.com – Debat Calon Gubernur Sulut bagian II, Rabu (11/11/2020) malam, menarik banyak pendapat dan penilaian publik.
Jaringan Anak Milenial (JAM) Sulut Hebat pun ikut menilai penampilan para kandidat melalui layar kaca TV dan Live Streaming KPU Sulut.
Menurut Ketua Umum JAM Sulut Hebat, Josua Liow penampilan dan pemaparan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Olly Dondokambey dan Steven OE Kandouw (ODSK/Olly-Steven), benar-benar menunjukkan Kepemimpinan yang Jujur dan berkelas.
“Pak Olly-Steven dalam Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, tampil sebagai Pemimipin yang Jujur. Keduanya berbicara berdasarkan fakta. Kita boleh lihat penyajian data berdasar data BPS dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Ini menandakan bahwa Kepemimpinan Olly-Steven berdasar atas Azas Integritas,” tandas Josua Liow.
Josua menambahkan, contoh yang disampaikan atas keterpurukan masalah cengkih, disebabkan oleh BPPC di masa Orde Baru, yang merusak daya beli masyarakat, bahkan ada yang memotong cengkih diganti dengan menanam Vanili dan tanaman holtikultura lainnya.
“Maka jangan heran cengkih sekarang masuk urutan ke-8 secara nasional. Benar mungkin bahwa ungkapan ini tidak populis bagi sebagian orang. Akan tetapi bukan berarti Program Olly-Steven tidak programkan Peremajaan cengkih. Dipastikan ada peremajaan cengkih bahkan Dinas Perkebunan Provinsi menyediaakannya untuk Petani,” ungkap Josua.
Program ini tambah dia, tidak fiktif. Justru yang fiktif adalah Program Tanam Pisang di salah satu kabupaten yang akhirnya bermuara ke hukum.
“Jadi kita kaum milenial harus bijak menilai dan memilih, mana Pemimpin Manipulatif dan mana Pemimpin yang Beritegritas,” ujarnya.
Dijelaskan, Debat Calon Bagian II ini semakin transparan dan bisa dinilai dengan membanding dengan fakta yang ada, seperti masalah Pendidikan.
Isu pendidikan, sangat seksi karena berbicara pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga bicara kesejahteraan bagi pelaku pendidikan dan tenaga pegajar, termasuk THL serta tingkat kelulusan dan tantangan pendidikan.
“Olly-Steven menjawab secara matang dan penuh integritas berdasarkan fakta empirik,” ucap Josua.
“Di sisi lain boleh kita lihat sarana dan prasana pendidikan di sejumlah kabupaten dan kota, yang justru so tabiar, rekruitmen guru dan fasilitas laboratorium terbatas bagi siswa SD dan SMP, dan tenaga THL pendidikan, dibayar di bawah UMP,” tambahnya.
Bahkan ada fenomena menarik, tandas Josua, dimana secara faktual ada calon pemimpin memiliki sikap manipulatif.
“Berkedok dan membawa-bawa nama Tuhan, tapi faktanya, moralitas dan integritas mereka patut dipertanyakan. Misalnya, gunakan gelar tapi tidak pernah melalui studi. Ini yang harus diberantas. Karena apa yang kita kenakan, apalagi identitas gelar pendidikan, itu bisa diuji kebenarannya. Analognya sederhana, seperti ‘Janji Perkawinan’; Sah di hadapan Tuhan, sah di hadapan pemerintah dan sah di hadapan masyarakat. Jangan menipu masyarakat dengan janji kampanye. Karena janji kampanye mengikat antara pemimpin terpilih dengan masyarakat,” terang Josua.
Ia beralasan, hal itu harus mendapat perhatian dari kaum milenial, baik pelajar maupun mahasiswa yang memiliki hak suara pada 09 Desember 2020 mendatang agar mendapatkan pendidikan politik yang benar dan bermoral.
“Karena proses politik hari ini akan menentukan nasib rakyat Sulawesi Utara di masa medatang. Bagi Saya, Bapak Olly-Steven terus menjaga integritas sebagai Pemimpin Daerah dan terus menjaga Kepemimpinan Teladan,” tutup Josua Liow. (Ferry)






