MANADO, Mediamanado.com – Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif dibawah pimpinan Sandiaga Uno, pada tahun 2022 ini melaksanakan penganugerahan 50 desa wisata terbaik di Indonesia.
Terpilihnya 50 desa wisata terbaik ini, melalui rilis resmi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, menyatakan bahwa diseluruh Indonesia ada lebih dari 70.000 Desa, pada tahun 2022 terjaring 3.419 peserta desa wisata dari 34 Provinsi di Indonesia.
Rangkaian kegiatan anugerah desa wisata 2022 sudah melalui beragam tahap seleksi, berdasarkan penilaian dewan juri terhadap 7 kategori penilaian klasifikasi desa wisata dan kelengkapan data melalui website jadesta.
Mulai dari proses urasi dari 500 besar desa wisata kemudian 300 desa wisata lalu di kerucutkan kembali menjadi 100 besar hingga terpilih 50 desa wisata terbaik desa wisata Indonesia.
Dan patut disyukuri dan membanggakan bahwa ada satu desa wisata asal Provinsi Sulawesi Utara yang masuk dalam 50 besar, dan desa itu yakni Desa Budo di Kabupaten Minut.
Keberhasilan Desa Budo menyabet penghargaan ini tentunya tak lepas dari peran beberapa pihak, diantaranya adalah kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo), yang turut merasakan kebanggaan atas penghargaan yang diterima oleh Desa Budo ini.
Hal ini dijelaskan oleh Direktur Polimdo Dra. Mareyke Alello MBA, dimana Politeknik Negeri Manado telah membina Desa Budo sejak tahun 2013 silam, dan mulai intensif pada tahun 2017.
“Politeknik Negeri Manado ada program Bina Desa sebagai implementasi dari program Kemendikbud Ristek, yakni Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, dan Desa Budo masuk dalam binaan kami srjak 2013”, ujarnya.
Lebih lanjut Polimdo sejak tahun 2017 bekerjasama dengan Pemerintah Inggris lewat ILO (International Labour Organisation) dengan program Skills for Prosperity Fund.
“Lewat kerjasama dengan ILO dari Pemerintah Inggris, kami Politeknik Negeri Manado meningkatkan intensitas pelatihan di Desa Budo, seperti Home Stay Training, Green Bussines, bahasa Inggris, pengembangan poduk wisata, peningkatan kualitas promosi, dan juga dengan pengabdian pada masyarakat seperti pelatihan dibidang permesinan, sehingga bisa meningkatkan daya saing dari desa Budo”, jelas Direktur Polimdo ini.
(Dian M)






