
MINUT, Mediamanado – Pelaksanaan pekerjaan proyek senilai Rp.3,8 Miliar lebih di RSUD Walanda Maramis patut diduga. Pasalnya, pekerjaan yang hanya memakan waktu satu (1) bulan ini diakui oleh Dirut Sandra Rotty, jika dikerjakan super ekstra yang sudah selesai dikerjakan dan tinggal menunggu Audit dari BPK RI perwakilan Sulut.

“Jadi memang pekerjaan proyek ini kami kerjakan super ekstra. Karena kami mampu selesaikan pekerjaan selama 1 bulan. Nanti tunggu saja audit dari BPK sebab proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan selama lima puluh hari,” jelas Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) Walanda Maramis Sandra Rotty.

Lebih lanjut dijelaskan Rotty, sebagaimana gambar yang telah beredar bahwa tidaklah demikian. “Harus tahu memilah. Sebab gambar yang beredar bukan pada proyek gedung covid yang sementara dikerjakan. Harus tahu yang mana-mana gambar pada proyek tersebut,” tukasnya seraya mengajak awak media jumat nanti untuk melihat langsung gedung covid tersebut.
Dirut Sandra membantah, jika pelaksana proyek gedung Covid ini ada kaitannya dengan pelaksana proyek pada kasus Alkes semasa dirinya menjabat Kadis Kesehatan. “Mengenai proyek gedung Covid sudah selesai dan tinggal menunggu Audit BPK dan tidak ada hubungan dengan proyek Alkes tahun 2014,” jelas mantan Kadis Kesehatan periode tahun 2014 ini seraya menyebut jika dalam Audit BPK terjadi kekurangan volume atau rekomendasi lainnya akan dimintakan kepada pelaksana proyek agar diselesaikan.
Sementara itu, Aktifis pemerhati anti korupsi Noris Tirayoh yang mendatangi lokasi proyek merasa aneh dan heran, jika proyek yang mencapai hampir 4 miliar namun hanya dikerjakan super kilat. Pun di lokasi dirinya mendapati ada lantai yang belum diselesaikan.
“Saya akan kawal proyek ini sampai dengan selesai audit. Sebab, indikasi dalam proyek ini terjadi dugaan korupsi yang dapat merugikan keuangan daerah,” jelasnya. (*)
Penulis: Sweidy Pongoh





