Dinas Pendidikan Ingatkan Ujian Sekolah Jenjang SD Perhatikan Protokol Kesehatan

oleh
Kadis Pendidikan Olfy Kalengkongan, M.M.Pd

Loading

Jumat akhir pekan lalu Kadis Olfy Kalengkongan tampak mengunjungi ujian Kesetaraan Paket B yang dilaksanakan PKBM Pasong pada kelas jauh di kampung Ambong Likupang.
Jumat akhir pekan lalu Kadis Olfy Kalengkongan tampak memantau ujian Kesetaraan Paket B yang dilaksanakan PKBM Pasong pada kelas jauh di kampung Ambong Likupang.

 

MINUT, MediaManado.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara kembali ingatkan penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ujian sekolah untuk jenjang SD yang akan dimulai pada tanggal 26  sampai 30 April 2021. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan usai melakukan pemantauan akhir ujian SMP di wilayah Likupang, Jumat (23/04/21).

Menurut Kadis Olfy, bahwa ada prosedur operasional standar (POS) penyelenggaraan ujian sekolah (US) jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disaese (Covid 19) di Kabupaten Minahasa Utara di tahun ajaran 2020/2021.

Kadis Pendidikan Olfy Kalengkongan, M.M.Pd
Kadis Pendidikan Olfy Kalengkongan, M.M.Pd

“Prosedur operasional standar ujian sekolah ditetapkan melalui peraturan kepala dinas pendidikan. Hal ini bertujuan mengatur penerapan dan pelaksanaan ujian SD dan SMP di Minut. Tentu selain teknis penyelenggaraan, yang paling penting adalah penerapan protokol Kesehatan yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh seluruh sekolah di Minut. Untuk jenjang tingkat SMP sudah selesai dilaksanakan, besok sudah mulai ujian SD, dan diingatkan kembali kepada seluruh sekolah agar tetap memperhatikan prokes yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan Kadis, jika satuan dinas pendidikan akan melakukan pemantauan ujian sekolah jenjang SD sebagaimana yang telah dilakukan pada SMP. “Kami tetap melaksanakan pemantauan guna memastikan penerapan protokol kesehatan dan efektivitas ujian di tiap sekolah. Tentunya, menjadi harapan bersama agar pelaksanaan ujian sekolah jenjang SD ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Karena saat ini pak Bupati dan wakil Bupati bersama stakeholder sedang gencar memerangi Corona Virus Disaese atau Covid 19,” ucap Kadis Olfy.

Sosana Vera Singal, S.Pd Kepsek SD Negeri Tetey.
Sosana Vera Singal, S.Pd Kepsek SD Negeri Tetey.

Sementara itu, Kepsek SD Negeri Tetey Sosana Vera Singal kepada awak media mengaku, jika dirinya sudah siap menyelenggarakan ujian sekolah. “Untuk persiapan ujian seperti soal sudah siap, dan tempat penyelenggaraan pun sudah ada meski sebelumnya ada beberapa tempat yang direncanakan tidak jadi karena faktor kenyamanan siswa yang akan mengikuti ujian secara Luring,” katanya.

Olly Kiolol, S.Pd Kepsek SD Negeri Matungkas.
Olly Kiolol, S.Pd Kepsek SD Negeri Matungkas.

Ditambahkan Olly Kiolol, Kepsek SD Negeri Matungkas, jika jumlah siswa kelas 6 yang akan mengikuti ujian sekolah ada 61 dan akan mengikuti secara Luring. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian serius agar pelaksanaan ujian berjalan baik.
“Karena ujian sekolah kami dilaksanakan secara Luring, maka prokes diterapkan secara ketat. Nantinya baik peserta ujian dan pengawas dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti menggunakan masker dan untuk jaraknya sudah diatur. Untuk jumlahnya dibatasi sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dari dinas pendidikan sebagaimana prosedur operasional standar ujian sekolah,” tutup Kepsek.

Ujian Sekolah Jenjang SMP telah Selesai dan Sesuai Harapan

Kadis Olfy Kalengkongan foto bersama Kepsek Iriany Gerung SMP N1 Likupang Timur dan para guru usai melakukan pemantauan ujian SMP.
Kadis Olfy Kalengkongan foto bersama Kepsek Iriany Gerung SMP N1 Likupang Timur dan para guru usai melakukan pemantauan ujian SMP.

UJIAN sekolah jenjang SMP telah berakhir pada Jumat 23 April 2021. Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan bersyukur pelaksanaan boleh berjalan baik dan tetap mematuhi prokes.
“Evaluasi dari hasil pemantauan dinas pendidikan, bahwa ujian sekolah jenjang SMP bisa terlaksana dengan baik. Apalagi tidak ada kasus Covid dalam ujian sekolah di masa Pandemi ini,” tutupnya. (**)

Penulis: Sweidy Pongoh