Doan Tagah: Tidak Fair Membenturkan Pembukaan Jalur Udara Manado – Toraja dengan Kenaikan Harga Sembako

oleh

Loading

 

MANADO, Media Manado.com – Langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Yulius Selvanus SE dan Wakilnya Dr Victor Mailangkay, SH, MH (YSK-VICTORY) membuka rute penerbangan Manado – Toraja, menjadi sinyal positif bagi upaya pengembangan konektivitas dan percepatan pembangunan daerah.

Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan sektor ekonomi yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang lebih luas, yang mengaktifkan peran putra – putri daerah.

Personil Tim Hukum YSK-VICTORY, Doan Tagah SH MH menilai kebijakan tersebut merupakan langkah cerdas Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Menurutnya, ketersediaan akses transportasi udara sangat penting, terutama bagi wilayah seperti Sulut yang masih terus berbenah dalam infrastruktur dan konektivitas.

“Dimulainya rute penerbangan ini memberi kemudahan akses bagi masyarakat, baik yang ingin bepergian keluar Sulut maupun mereka yang ingin datang ke Sulut. Masyarakat yang pergi dan datang ke Sulut tentu dengan kepentingan yang berbeda.Tapi efek perekonomian itu ada dan akan bertumbuh positif,” kata Doan di Manado, Kamis (10/7/2025).

Namun menurutnya, dampak terbesar justru terletak pada sisi ekonomi. Doan menilai pembukaan jalur udara ini yang merupakan pintu masuk baru bagi para investor yang ingin menjangkau potensi Sulut.

“Dalam konteks ekonomi, ini sangat berperan positif. Membantu membuka akses, khususnya bagi investor yang ingin menjangkau target investasi mereka. Akses udara yang baik akan meningkatkan daya tarik Sulut sebagai wilayah investasi,” jelasnya.

Advokat kawakan ini menyebutkan bahwa keterhubungan udara menjadi penentu penting dalam mempercepat mobilitas barang, jasa, dan manusia. Ketika waktu tempuh lebih efisien, maka potensi pertumbuhan ekonomi lokal, pengembangan UMKM, hingga peningkatan sektor pariwisata bisa terakselerasi dengan lebih baik.

Doan pun mengapresiasi upaya Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang disebutnya telah mengambil langkah strategis untuk membuka jalur vital daerah tersebut.

“Ini bukan hanya soal penerbangan, tetapi tentang membuka jalan bagi pembangunan yang lebih luas. Harapan saya, masyarakat dapat memanfaatkan akses ini, begitu pula para pelaku usaha dan wisatawan yang ingin menjelajahi Sulut,” katanya.

Dengan terbukanya jalur udara Manado – Toraja, Sulawesi Utara kini terkoneksi tidak hanya secara geografis, tetapi juga secara ekonomi dan peluang investasi masa depan.

Doan memberikan rincian dampak positif ruter transportasi udara seperti yang sering muncul dalam diskusi tim YSK- Victory, seperti berikut;

1. Peningkatan Ekonomi:

– Aksesibilitas Investor: Jalur udara baru mempermudah akses investor untuk menjangkau potensi daerah, meningkatkan minat investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

– Pengembangan UMKM: Akses yang lebih mudah dan cepat memungkinkan UMKM untuk memasarkan produk mereka ke wilayah lain, memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

– Pertumbuhan Pariwisata: Penerbangan langsung ke daerah dengan potensi wisata, seperti Toraja, meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, yang berdampak positif pada pendapatan daerah dan sektor pariwisata.

– Aksesibilitas Barang dan Jasa: Pengiriman barang dan jasa menjadi lebih cepat dan efisien, mendukung berbagai sektor industri dan perdagangan.

2. Peningkatan Konektivitas:

Mobilitas Masyarakat: Masyarakat dapat bepergian antar daerah dan bahkan ke luar negeri dengan lebih mudah dan cepat, baik untuk keperluan bisnis, wisata, maupun ibadah.

Peningkatan Jaringan Wisata: Rute penerbangan baru, seperti Manado-Toraja, membuka potensi perluasan jaringan wisata ke destinasi internasional, seperti Bali, menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan.

3. Penguatan Hubungan Antar Wilayah:

Mempererat Hubungan Historis dan Budaya: Pembukaan rute penerbangan dapat mempererat hubungan historis dan budaya antar daerah, seperti antara Minahasa dan Toraja.

Peningkatan Kerjasama: Konektivitas udara yang lebih baik membuka peluang kerjasama yang lebih luas antar daerah dalam berbagai bidang.

4. Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat:

Akses Pelayanan Publik: Masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi publik dengan lebih mudah dan cepat.

Peluang Kerja: Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh transportasi udara membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

“Penting untuk dicatat bahwa pembukaan rute penerbangan juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, dan maskapai penerbangan, serta upaya untuk menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan,” imbuh mantan jurnalis itu.

Pada bagian lain, Doan Tagah mengajak masyarakat untuk tidak membentur prestasi pembukaan jalur udara yang diupayakan Pemprov Sulut dengan situasi kenaikan harga sembako. Menurut Doan fenomena kenaikan harga sembako seperti beras adalah kondisi nasional yang merupakan efek dari efisiensi anggaran bukan dampak kinerja Pemprov Sulut.

“Saya kira kita perlu lebih dewasa untuk memahami sebuah kondisi. Pembukaan jalur udara itu sebuah prestasi pemerintahan. Kinerja positif untuk masyarakat Sulut dan Toraja. Sedangkan kenaikan harga sembako itu kondisi terpisah. Untuk harga beras misalnya, itu fenomena nasional yang disebabkan pemangkasan anggaran, bukan efek kinerja Gubernur Sulut Yulius Selvanus,” tutup Ketua Biro Hukum Keuskupan Manado itu. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *