Donald Trump Warga Iran Samakan Dengan Ahmadinejad

oleh
Halaman muka majalah Seda yang menampilkan Trump dengan Ahmadinejad. (Foto: Guardian)

Loading

Halaman muka majalah Seda yang menampilkan Trump dengan Ahmadinejad. (Foto: Guardian)
Halaman muka majalah Seda yang menampilkan Trump dengan Ahmadinejad. (Foto: Guardian)

TEHERAN – MediaManado.com – Favorit kuat dalam persaingan calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata dilihat sebagai seorang sosok yang menarik oleh warga Iran. Retorika dan pernyataan-pernyataan keras yang sering dilontarkan oleh taipan asal New York itu mengingatkan banyak orang akan mantan presiden mereka, Mahmoud Ahmadinejad.

Kemiripan ini dibahas oleh media reformis Iran, Seda yang baru-baru ini menerbitkan laporan khusus yang menyelidiki mengenai “fenomena Trump dan kemiripannya dengan Ahmadinejad”. Halaman muka Seda menampilkan kandidat dari Partai Republik itu memegang sebilah pedang dengan Ahmadinejad berada di belakangnya mengenakan topi koboi.

Meski begitu, sebagian besar penduduk Iran hanya melihat kontes ke kursi orang paling kuat di AS yang tengah berlangsung itu dengan kaitannya dengan perjanjian program nuklir yang ditandatangani Iran dengan enam kekuatan dunia di Wina, Austria tahun lalu. Mereka bertanya-tanya apakah presiden AS berikutnya akan melanjutkan pencabutan sanksi atas Iran ataukah sebaliknya.

Otoritas Iran sampai saat ini menahan diri untuk tidak memberikan dukungan terbuka terhadap salah satu kandidat, namun kekhawatiran akan pengaruh pemilihan presiden AS terhadap perjanjian nuklir tetap ada. Terutama karena mereka yakin semua kandidat yang bersaing memiliki pandangan yang lebih keras terhadap Iran dibandingkan Obama.

“Kami hanya menonton dan mengamati prosesnya dari jauh untuk melihat siapa yang akan menjadi presiden berikutnya,” kata Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif sebagaimana dilansir Guardian, Sabtu (30/4/2016).

Trump sendiri bukanlah nama yang asing di Iran sebelum dia maju menjadi kandidat calon presiden AS. Setidaknya lima bukunya telah diterjemahkan dalam bahasa Farsi dan banyak orang telah membaca mengenai sepak terjang bisnisnya.

Pengamat politik Iran, Naser Hadian mengatakan bahwa Iran akan lebih diuntungkan jika Trump yang pada akhirnya menjadi presiden. Dia meyakini Negeri Para Mullah itu kan lebih mudah bekerjasama dengan Trump dibandingkan dengan kandidat lainnya.

Dia menganggap Trump kurang memiliki kredibilitas diantara sekutu-sekutu AS di Eropa yang menyebabkan sulitnya menyatukan mereka untuk melawan Iran di masa depan dan memudahkan Iran dalam menghindari negara-negara Barat.

EDITOR : INYO R.