MANADO, MediaManado.com – Franky Rengkung, Imam muda dari Tarekat MSC (Missionarii Sacratissimi Cordis Iesu), yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “Misionaris Hati Kudus Yesus”, akhirnya menghembuskan nafas di RS Gunung Maria, Tomohon, pada Jumat, 05 April 2019, pkl 10.50 wita, setelah selama dua tahun menderita sakit ginjal.
Pastor J Mangkey MSC, Sekretaris Provinsi MSC merilis riwayat hidup sang Imam Muda, Pastor Franky Rengkung MSC, sebagai berikut;
Pastor Franky Rengkung, yang biasa dipanggil Eki, lahir di Tomohon pada 04 Agustus 1982. Keluarganya berasal dari Desa Kinilow, Kota Tomohon. Setelah menjalani pendidikan di Seminari Augustinianum, Tomohon, dia mengikuti pembinaan sebagai Pranovis MSC di Pranovisiat MSC Pineleng pada tahun 2005 – 2006.
Selanjutnya, pada 24 Juli 2006, la diterima sebagai Novis MSC di Karanganyar Kebumen, Jawa Tengah. Ia mengikrarkan kauI-kaul pertama dalam Tarekat MSC pada 25 Juli 2007 di Novisiat MSC, Karanganyar-Kebumen. Pada 18 Oktober 2014 Franky mengikrarkan kaul-kaul kekal dalam Tarekat MSC di Pineleng.
Studi Filsafat dan Teologi ditempuhnya di Sekolah Tinggi Seminari Pineleng pada 2007 sampai 2015. la menjalani Tahun Pastoral di paroki Siantan, Keuskupan Agung Pontianak, Kalimantan Barat dan masa Diakonal di Paroki Tataaran pada Juli 2015 sampai ditahbiskan imam.
Ia menerima pelantikan Lektorat pada 26 Juni 2010 dan Akolit pada 25 Juni 2011. la menerima tahbisan Diakon pada 20 Juni 2015 di Pineleng dan tahbisan Imam pada 9 April 2016 di Manado. Setelah tahbisan imamatnya sebagai neomis Franky diutus untuk menjalankan karya Tarekat di Komunitas Skolastikat MSC Pineleng, khususnya sebagai anggota staf Percikan Hati.
Pada tahun 2017 Pastor Franky mulai menjalani perawatan gagal ginjal baik di Tomohon maupun di Jakarta. Selama menjalani perawatan di Jakarta, ia tinggal di Komunitas Rumah Induk/Provinsialat MSC lalu di Rumah Superiorat MSC Jakarta di Cengkareng. Lalu, untuk menjalani perawatan selanjutnya Franky kembali ke Manado dan tinggal di Komunitas MSC Karombasan, Manado, sampai meninggalnya.
Ia meninggal di RS Gunung Maria, Tomohon, pada 05 April 2019, pkl 10.50 wita, setelah bergumul dengan penyakit ginjal selama dua tahun.
Jenasahnya akan disemayamkan pertama-tama di rumah keluarga di Kinilow, lalu biara MSC Pal 3 Karombasan dan Gereja Hati Kudus Karombasan, Manado. Jenasahnya akan dimakamkan di pekuburan Seminari Menengah Kakaskasen pada Senin, 8 April 2019.
Bakat menulisnya ditunjukkan dalam karya tulis berupa renungan-renungan Percikan Hati dan beberapa buku tentang Permesta.
Dengan SK Pemimpin Provinsi No. 03/ 5K.PP/ 111/ 18 dan berlaku mulai 02 April 2018 Pastor Franky diangkat menjadi anggota Tim Penulisan Sejarah MSC Indonesia, dengan tugas khusus untuk menulis sejarah pembinaan MSC Provinsi Indonesia.
Pastor Franky, selamat memasuki hidup abadi bersama Bapa di Surga. Terima kasih atas kebersamaan sebagai MSC dan atas pengabdian dan pelayanan sebagai imam dan gembala Kristus.
“Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah“ (Yohanes 12:24). (Ferry/*)









