
MINUT, Mediamanado – Koordinasi internal dalam rangka kemajuan untuk pelayanan kepada masyarakat menjadi misi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis.
Ditambah dengan program peningkatan mutu pelayanan yang prima untuk mendukung pemerintahan Joune Ganda dan Kevin Wiliam Lotulung, Direktur RSUD giat menggelar evaluasi kinerja di semua bagian yang ada di rumah sakit kebanggaan warga Minut. Hal tersebut sebagaimana yang telah dilaksanakan di ruang rapat RSUD Rabu (24/02/21) siang.

“Rapat Evaluasi kinerja ini, dilakukan setiap minggu yang diikuti oleh direksi dengan kepala-kepala instalasi dan kepala ruangan. Agar supaya betul-betul pasien yang dilayani akan merasakan pelayanan prima dari rumah sakit sehingga berdampak pada kenyamanan,” ujar Direktur Sandra Rotty sembari menyebut jika hal ini digenjot guna mendukung pemerintahan JG-KWL.
Diakui mantan Kadis Kesehatan ini, meskipun RSUD sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya, namun tetap ada perhatian dari publik untuk memberikan penilaian. Sehingga, mendorong Direktur rumah sakit untuk terus berbenah demi peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Hal yang mendasar adalah RSUD memberikan service exelent kepada pasien. Sehingga ada kenyamanan sehingga bisa menyampaikan kepada masyarakat lainnya agar tetap memilih RSUD Maria Walanda Maramis sebagai rumah sakit kebanggan. Evaluasi ini akan selalu bergulir sehingga juga dalam waktu 3, 6 dan 9 bulan kedepan akan ada perubahan-perubahan yang signifikan sehubungan fasilitas penunjang yang sudah memadai,” tukas dokter Sandra.
Banyak hal yang terus dibenahi, ditambahkan oleh Direktur, termasuk sampah medis yang teknisnya dikumpulkan dan dibuang tidak sembarangan. Untuk sampah yang berbahaya dibuang dan dibakar di lahan milik RSUD. Sementara untuk sampah tidak berbahaya dibuang ke TPA. Terkait juga dengan keamanan RSUD maupun cleaning service merupakan bagian dari pelaku pelayanan di rumah sakit. “Yang saya tekankan juga adalah bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang disiplin sehingga pelayanan benar-benar dirasakan. Terlebih disiplin waktu,” tutupnya. (**)
Penulis : Sweidy Pongoh





