FKUB Sulut Support Penuh Kebijakan ODSK Tangani C-19

oleh

Loading

IMG_20210812_170151

 

MANADO, MediaManado.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulut bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut menggelar Rapat Terbatas di Kantor Badan Kesbangpol Jl 17 Agustus Manado, awal pekan ini.

Pada kesempatan itu, Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa MTh mengatakan bahwa kebijakan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK) terhadap upaya penanganan Pandemi Covid-19 patut mendapat dukungan masyarakat Sulawesi Utara, terlebih dukungan para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda di daerah ini.

Menurut Pdt Lucky Rumopa, hal ini sangat penting dan strategis karena peran baik Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda diyakini mampu berkolaborasi bersama Pemerintah setempat mulai dari desa dan kelurahan, kecamatan sampai kota dan kabupaten.

“Apa yang dilakukan oleh ODSK sujujurnya sudah sangat baik. Faktanya, sejak tahun lalu, penanganan dan pengendalian Covid-19 dapat dibilang sangat sukses. Mengapa? Semua begitu sigap dan partisipasi masyarakat sangat tinggi. Begitu juga tingkat kepedulian, sekalipun di Kota Manado banyak bencana banjir,” kata Rumopa.

Ia menilai rasa saling peduli yang digerakkan Tokoh Agama sangat nampak dan budaya Mapalus sangat terlihat. Hal ini terjadi karena contoh dan teladan melalui kebijakan OD-SK dalam memberi bantuan melalui Rumah-Rumah Ibadah dengan melibatkan Tokoh Agama, berlangsung sukses dan mendapat dukungan Jemaat/ Jamaah atau masyarakat umum, dan ini menjadi perhatian nasional.

Ia beralasan, Sulut merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang membagi bantuan melalui Rumah Ibadah. Ini membuktikan bahwa kepemimpinan kolaboratif OD-SK mendapat pujian dan dukungan masyarakat dan pemerintah pusat.

“Untuk itu, hari ini, kami berkumpul di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk mengadakan Rapat Terbatas dan Zoom Meeting dengan jajaran FKUB untuk kita bergerak lagi, sambil memberi kajian strategis kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Karena langkah strategis satu bulan kedepan menentukan Sulut akan keluar dari ancaman penyebaran Covid-19 atau tidak.

“Artinya pengendalian dan penanganan harus benar-benar memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat Sulut, tetapi juga kepemimpinan kolaboratif dan sinergitas harus benar-benar dapat diwujudkan,” tandas Rumopa.

Hal senada fiungkapkan Sekretaris FKUB Sulut Pdt Haezar Sumual M. Div, dimana menurut dia, sudah saatnya masyarakat terus mendukung kebijakan PPKM ketat oleh Pemprov Sulut, karena ancaman penyebaran Covid-19, sudah mendarat sampai pelosok desa, bahkan angka wabah ini naik secara signifikan.

Selain itu, tambah dia, pelayanan beberapa Rumah Sakit membawa presenden buruk bagi masyarakat.

“Masalah obat, kesejahteraan para medis, dokter dan pegawai Rumah Sakit harus mendapat perhatian lebih. Begitu juga SOP penangan Covid-19, khusus di RSUP Kandou harus terbuka kepada masyarakat. Jangan sekali-kali ada pembiaran terhadap masyarakat; managemen RSUP Kandou harus bertanggungjawab. Jangan ada keterlambatan pembayaran tunjangan kesejahteraan tenaga kerja, mengakibatkan pelayanan menjadi buruk,” ungkapnya.

Ia menginformasikan bahwa fakta yang lagi viral secara nasional, kasus RSUP Kandou yang mengoyakkan martabat pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara.

Terkesan, kita tidak manusiawi. Semangat Si tou Tumou Tou harus nampak. Begitu juga peran Ombusmen harus nampak, jangan tunggu laporan formal, ikut kawal pelayanan seluruh Rumah Sakit. Masyarakat butuh dukungan tetapi juga para Nakes butuh standar opersional prosedur dengan dukungan management yang ikut mensejahterakan; sehingga pelayanan lebih menjadi baik.

IMG_20210812_170224

Hal senada diungkapkan Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur .Lc, dimana menurut dia, pola kerja keras OD-SK sudah sangat baik tetapi memang perlu sinergitas dan kepemimpinan kolaboratif harus menjadi acuan aparat ditingkat, menengah dan bawah.

“Karena tanpa dukungan signifikan, maka semua akan sia-sia. Gerakan melalui FKUB bersama Kemenag RI dan Kesbangpol Sulut patut dicontoh.  Menghadirkan Pak Gubernur dan Pak Wagub serta para Tokoh Agama berdoa bersama,” ungkap Ketua MUI Sulut.

Akhir-akhir ini tambahnya, menjadi perhatian seluruh masyarakat Sulut, karena kerja nyata OD-SK memperkuat Rumah Sakit yang tersebar di kabupaten kota mendapat ancungan jempol para Tokoh Agama..

“Amat terlebih meminta Menteri Perhubungan RI dan PT PELNI mengunakan Kapal Laut di Bitung menjadi Rumah Sakit terapung untuk pasien Covid-19,” tandasnya.

Demikian pula, langkah strategis OD-SK sangat terasa di bidang ekonomi, daya beli masyarakat dan petani cukup kuat bahkan pertumbuhan ekonomi sangat signifikan. Artinya Sulut berpeluang keluar dari masa Pandemi ini.

“Namun tantangan kedepan adalah kita harus patuh kepada arahan pemerintah, khususnya soal PPKM. Begitu juga bantuan pemerintah harus dikawal ketat agar dampak ekonomi masyarakat di masa pandemi dapat diatasi dengan baik,” imbuh Ketua MUI.

Sementara, menurut Kaban Kesbangpol Sulut, Evans Steven Liow bahwa kerja nyata OD-SK harus dikawal, bahkan didukung.

“Cegah dini dan tangkal dini harus menjadi motivasi kita bersama dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. Masyarakat harus mendukung Satgas Covid-19, termasuk ikut serta mensosialisasikan terus vaksinasi massal,” terang Steven Liow.

Untuk itu Kaban Kesbangpol berharap, target OD-SK 88% Vaksinasi dapat dicapai, sampai akhir September se-Sulawesi Utara dapat dicapai.

“Untuk itu, para Tokoh Agama , Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, mari kita gotong-royong, bermapalus dalam penanganan dan pengendalian Covid-19.” ujarnya.

Rapat diakhiri dengan pemilihan dan penetapan kembali Pdt Lucky Rumopa MTh untuk memimpin FKUB Sulawesi Utara Periode 2021-2026. (*/Ferry)