
MINUT, Medimanado – Miris memang dialami para THL di BPBD Minut. Selain belum menerima upah gaji selama 2 bulan, mereka juga di “berhentikan” dari pekerjaan. Sontak, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPRD Minut pun angkat bicara.
Dimana, menurut Ketua Fraksi Abram Eha, pihaknya berharap dari pimpinan di BPBD agar mencarikan solusi permasalahan saat ini buat THL yang adalah petugas-petugas terdepan ketika terjadi bencana di Kabupaten Minahasa Utara. “Kaban Bencana diharapkan mencarikan solusi buat mereka. Jangan langsung memberhentikan atau kata lainnya merumahkan. Dikhawatirkan jika terjadi bencana, siapa yang akan turun di lapangan. Apakah Kepala Badan dan pejabat-pejabat yang ada di BPBD,” tukas Eha dengan tanya.
Lebih lanjut dikatakan anggota komisi III Dekab ini meski kontrak THL sudah berakhir di tahun 2020, jangan sampai ada kekosongan tenaga atau petugas tim reaksi cepat (TRC) di BPBD. “Mari bersama kita carikan solusi bersama, agar supaya hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi seperti bencana alam, ada petugas yang siap di Badan Penanggulangan Bencana Minut,” ujarnya.
Anggota Fraksi PDIP yang juga Bendahara DPC Jimmy Mekel menambahkan, terkait permasalahan yang timbul akibat adanya kekosongan kas daerah, jangan sampai menjadikan masalah baru bagi para pekerja yang mengabdi di Pemkab Minut. “Kami pikir, kepala BPBD Minut bisa mencarikan jalan keluar buat petugas atau THL ini. Untuk itu, kami mendorong Kaban agar tidak merumahkan THL sambil mencari solusinya,” ujar Mekel yang juga Ketua Komisi II DPRD Minut.
Sementara itu, Kepala BPBD Minut Jofieta Supit melalui Sekretaris Hanny Kumontoy menjelaskan, bahwa pihaknya dilema untuk mempertahankan THL di BPBD sementara gaji mereka masih belum terbayarkan selama 2 bulan di tahun 2020. Adapun tahun 2021 anggarannya belum jelas. “Kami dilema. Apalagi posisinya saat ini ada di masa transisi pergantian kepala daerah. Jika kami pertahankan tetap masuk kantor, sementara ada biaya transportasi dan uang makan yang harus dikeluarkan setiap hari. Kami pikir ini adalah keputusan bijak sehingga mereka bisa berkegiatan di luar sambil menunggu petunjuk selanjutnya,” jelas Kumontoy tadi malam via telpon seluler. (*)
Penulis: Sweidy Pongoh





