
MANADO, MediaManado.com – Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo ke Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara membawa angin segar bagi dunia perikanan tangkap daerah ini.
Hal itu tergambar dari halaman Facebook Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pada Jumat (12/6/2020). Orang nomor satu di Sulut ini mengunggah foto dirinya bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo sedang memegang ikan Malalugis ketika meninjau Tempat Pelelangan Ikan Tumumpa di Manado.
Ternyata, pose kompak keduanya memegang ikan Malalugis ini bukan tanpa sebab namun menjadi simbol bangkitnya sektor perikanan Sulut.
Tak hanya menyambangi TPI Tumumpa. Keduanya juga ikut meninjau lokasi tambak udang di PT. Celebes New Hope, Kabupaten Minahasa Selatan sekaligus membagikan bantuan sebanyak 198 paket sembako bagi warga terdampak Covid-19 di Desa Bajo.
“Saya melihat Sulut punya potensi yang sangat besar, wilayah penangkapan ikannya sangat luas kalau kita melihat provinsinya sebelah utaranya laut, sebelah selatannya laut, belum lagi di daratannya banyak sekali sumber perairan darat yang bisa dioptimalkan, baik itu untuk budidaya perikanan maupun untuk budidaya yang lainnya,” kata Menteri KKP Edhy Prabowo.
“Sulut tidak hanya sebagai pulau terujung perbatasan, tapi Sulut adalah daerah yang menghasilkan devisa negara besar dan sangat berpotensi menghasilkan devisa yang besar lagi. Di sektor kelautan dan perikanan kami melihat banyak hal yang hanya satu kebijakan kita ambil, ini bisa berjalan salah satunya adalah bagaimana kita akan menghidupkan Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung dan kita akan mengembangkan seluruh daerah perairan di pesisir Sulut ini,” lanjutnya.
Untuk memajukan sektor perikanan Sulut, Menteri KKP juga menjanjikan bantuan kepada Pemprov Sulut termasuk kemudahan perizinan kapal bagi nelayan.
“Seandainya saja kita semua fokus sama-sama berkontribusi, saya sangat yakin sektor kelautan dan perikanan, sektor perikanan budidaya dan sektor perikanan tangkap, akan menjadi unggulan pertama di Sulut. Kami berkomitmen untuk membantu, silahkan Pak Gubernur cukup kirim Kadis; Kadis Provinsi, Kadis Kabupaten untuk mengingatkan kami apa yang dibutuhkan disini. Insya Allah kami segera penuhi,” ungkap Menteri KP.
“Misalnya yang menjadi keluhan tentang ijin perikanan tangkap, dulu berhari-hari, berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun tidak mendapatkan izin. Atas perintah bapak Presiden Jokowi cukup satu jam saja. Jadi ini semua kita buktikan dan kita sudah lakukan sampai sekarang sudah hampir empat ribu ijin selesai,” sambungnya.
Menteri KP juga memastikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus izin untuk kapal di atas 30 GT melalui online, sehingga tidak perlu pergi ke Jakarta untuk mengurusnya.
“Karena untuk kapasitas online itu antri, belum datanya agak susah. Nah, untuk mengatasi itu saya mengambil langkah lain Pak Gubernur. Ini kalau ada masyarakat Sulut meminta ijin diatas 30 GT, kita sudah permudah semua dan tidak perlu ke Jakarta, cukup dengan online kalau memang kebetulan di Jakarta, ya nggak masalah juga mampir,” imbuhnya.
Menurut Menteri KP, kebijakan untuk mempermudah pengurusan izin merupakan arahan Presiden Jokowi untuk meningkatkan investasi di sektor perikanan.
“Perpanjangan izin kita permudah, supaya di halaman bapak ibu semua sudah ada investasi triliunan, tapi investasi ini kita lihat sendiri mangkrak. Banyak karyawan dirumahkan. Padahal cukup satu kebijakan seorang menteri ini bisa jalan. Ada dua hal yang Bapak Presiden memintakan kepada saya, yang pertama bangun komunikasi dengan nelayan, kemudian yang kedua membangun perikanan budidaya,” ungkapnya. (Ferry/*)






