Gubernur Olly Luncurkan Pasar Murah Bapok Bersubsidi Disperindag Sulut

oleh

Loading

FB_IMG_1592995698945-768x860

 

MANADO, MediaManado.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE meluncurkan Operasi Pasar Murah Bahan Pokok (Bapok) bersubsidi dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 di 15 kabupaten/kota di Sulut yang digelar di Lobi Kantor Gubernur, Rabu (24/06/2020).

Bapok bersubsidi yang dijual melalui Operasi Pasar Murah berupa 80 ton beras (Rp.7500 per kg), 30 ton gula (Rp.9000 per kg), 30.000 liter minyak goreng (Rp.7000 per liter), 5 ton tepung, 5 ton mentega, 20 ton bawang merah, 20 ton bawang putih, 4 ton cabai dan 4 ton tomat. (Selain beras, gula dan minyak goreng harga Bapok lainnya menyesuaikan dengan harga pasar yang berlaku saat kegiatan).

Selain itu, Pemprov Sulut juga menjual Bapok bersubsidi per paket dengan harga Rp. 94.500 berupa 5 kg beras, 4 kg gula dan 3 liter minyak goreng.

Gubernur Olly menerangkan bahwa Operasi Pasar Murah ini ditujukan kepada masyarakat yang tidak mendapatkan bansos sembako, namun masih mampu membeli sembako dengan harga terjangkau.

“Semua terdampak tapi ada yang dapat bantuan langsung, ada yang tidak bisa kita kasih bantuan langsung, karena dianggap mereka masih kategori mampu, tapi pemerintah membuat Pasar Murah. Jadi kita buat Pasar Murah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak bisa kita bantu langsung,” kata Gubernur Olly.

“Jadi harganya kita subsidi, misalnya minyak beras gulanya disubsidi baru kita jual, misalnya kalau total harga itu Rp.140 ribu minyak, gula, beras kita lepas ke masyarakat sebesar Rp.97 ribu, jadi ada subsidi disitu. Nah ini bantuan ke masyarakat yang tidak bisa kita memberikan bantuan secara langsung, karena mereka masih dianggap mampu, tapi harganya kita bisa lakukan diskon yang banyak,” terangnya.

FB_IMG_1592995691716-768x764

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulut Edwin Kindangen mengatakan, pemerintah menyiapkan Bapok murah Pasar Murah melalui Operasi Pasar Murah.

“Harganya jauh di bawah dari harga pasar,” ujar Kindangen.

Paket Bapok murah ini terdiri atas beras 5 kg, gula 4 kg, dan minyak goreng 3 kg.

Warga bisa membeli paket sembako ini Seharga Rp 94.500 per paket. Disperindag mengestimasi jika menilik harga pasar maka harus dibayar dengan Rp 140.000

“Lebih murah Rp 45.500,” kata dia.

Adapun, setiap kabupaten/kota dipasok 600-800 paket.

“Kita bekerja sama dengan pemkab/pemkot ditentukan lokasi desa, dan ditentukan masyarakat paling layak menerima,” tutup Kindangen. (Ferry)