Gubernur Olly Optimis Ekspor Ikan ke Jepang Terus Meningkat, Begini Strateginya

oleh

Loading

FB_IMG_1624975969504

 

MANADO, MediaManado.com – Pemerintah Provinsi Sulut berupaya agar volume ekspor ikan ke Jepang terus mengalami peningkatan seiring dengan permintaan pasar luar negeri.

Hanya saja, beberapa pekan terakhir, volume ekspor ikan ke Narita Jepang dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mengalami penurunan.

Hal ini membuat Gubernur Olly Dondokambey SE kembali melakukan evaluasi dan membuat strategi pasar guna mendongkrak volume ekspor ikan ke Narita Jepang bertempat di Hotel Luwansa Manado, Selasa (29/06/2021).

Rapat evaluasi yang ikut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen SE MS turut melibatkan perwakilan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, pelaku perikanan dan instansi terkait.

Gubernur Olly pun mendorong para pelaku ekspor ikan agar terus meningkatkan volume ekspor dengan tetap meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Tidak saja itu, kondisi inipun langsung dibicarakan Gubernur Olly pada Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono.

Tak sungkan-sungkan, Gubernur Olly menunjukkan hasil percakapan digitalnya melalui Whatsapp dengan Menteri KP. Hasilnya, Menteri KP akan berkunjung ke Sulut dan berdiskusi dengan para pihak yang terkait dengan ekspor.

Gubernur Olly juga akan terus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Pemprov Maluku guna meningkatkan hasil tangkap nelayan untuk diekspor melalui Manado.

Selain itu, tambah Gubernur Olly, kapal-kapal nelayan yang mangkrak akan  dioperasionalkan kembali.

“Kami juga akan kerja sama Pemprov Sulut dengan Pemprov Maluku. Ini dilakukan supaya ikan tambah banyak, sehingga ekspor tambah banyak,” ujar Gubernur Olly optimis.

Ia pun menjamin subsidi angkutan akan diberikan Pemprov Sulut, agar semuanya bisa berjalan lancar dan volume ekspor terus meningkat.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Tienneke Adam menjelaskan jika permintaan ekspor kurang di Narita, pihaknya akan memperluas jaringan ke Ohio, Yokohama dan kota-kota lainnya di Jepang bekerjasama dengan pihak atase perdagangan di negara itu.

“Kan selama ini masih terbatas. Atase perdagangan di sana share market potensial lagi. Ini dibuat agar buyer eksportir bisa punya market banyak. Kalau banyak kan, kita tinggal pilih,” kata Adam. (Ferry/*)