SULUT, Mediamanado.com – Harga beras yang terus meroket di pasaran, bahkan sambil menimbulkan kelangkaan dibeberapa wilayah di Sulut membuat sebuah pertanyaan yang besar pada kalangam masyarakat.
Hal ini pun membuat Wakil Ketua DPRD Sulut I Michaela Paruntu, Wakil Ketua DPRD Sulut III Stella Runtuwene, Ketua Komisi II DPRD Sulut Inggried Sondakh dan Anggota Komisi II lainnya membawa persoalan yang terjadi di Sulawesi Utara ke Badan Pangan Nasional, pada Kamis (17/07/2025), di Jakarta.
Stella Runtwene secara pribadi menyentil soal kelangkaan beras di Supermarket.
“Saya sendiri mengalaminya, tiga minggu lalu. Ketika waktu pagi mau sarapan, saya mencari beras di supermarket, itu tidak ada. Bahkan sudah pergi ke lima supermarket dan minimarket itu kosong,” Jelas Runtuwene di hadapan jajaran Badan Pangan Nasional.
Lanjut Politisi Partai NasDem tersebut mempertanyakan apa saja langkah-langkah pemerintah mencegah kejadian seperti itu.
“Walaupun harga beras kini melambung, stok harus tetap ada di daerah. Pencegahannya seperti apa sih,” ucap Legislator dua periode di DPRD Sulut ini.
Stella pun menanyakan sikap dari Badan Pangan Nasional terkait polemik beras ini.
“Dalam waktu dekat ini, apa sih langkah-langkah Badan Pangan Nasional untuk mencegah kelangkaan beras di Sulut. Semoga ini menjadi atensi khusus pemerintah pusat memperhatikan hal ini,” tutup Runtuwene.
(*/DM)





