BITUNG, Mediamanado.com – Memasuki hari terakhir agenda kunjungan resmi di Filipina, delegasi Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) melaksanakan pertemuan koordinasi strategis dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat koordinasi lintas negara, khususnya dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan Sulawesi Utara dan kawasan sekitarnya.
Rombongan Polda Sulut dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Sulut, Kombes Pol. Amin Litarso, S.H. Turut mendampingi Dirpolairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., serta Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sulut, Kombes Pol. Nonie J. Sengkey, S.P., M.Si.
Kedatangan delegasi disambut hangat oleh jajaran pimpinan KJRI Davao City bersama perwakilan Police Regional Office (PRO) 11 Davao Region. Penyambutan tersebut mencerminkan hubungan baik dan semangat kerja sama antara institusi yang memiliki peran penting dalam mendukung keamanan serta pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian buku tamu, dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama. Momentum tersebut menjadi simbol persahabatan, penghormatan, serta komitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi antarlembaga.
Pertemuan strategis yang berlangsung di ruang rapat KJRI Davao City sejak pukul 09.00 waktu setempat ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berpotensi berdampak pada wilayah perbatasan.
Koordinasi lintas negara menjadi aspek penting mengingat dinamika keamanan kawasan membutuhkan komunikasi yang baik, pertukaran informasi sesuai kewenangan, serta hubungan kelembagaan yang berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, Polda Sulut menegaskan pentingnya membangun kemitraan dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri dan kepolisian setempat guna mendukung stabilitas keamanan, khususnya di kawasan yang memiliki keterkaitan geografis dan aktivitas lintas batas dengan Sulawesi Utara.
Berakhirnya agenda kunjungan di Davao City diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kerja sama yang lebih konkret dan berkesinambungan. Dengan koordinasi yang terarah, berbagai persoalan keamanan lintas negara diharapkan dapat diantisipasi melalui komunikasi dan kolaborasi antarlembaga.





