
SEMARANG – MediaManado.com – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dituduh melakukan kekerasan terhadap sopir angkot omprengan yang bernama Taufik Hidayat. RK, sapaan akrabnya, diduga menampar wajah sopir angkutan ilegal itu di Jalan Asia Afrika, dekat Halte Bus Alun-Alun, Bandung, Jawa Barat, pada 11 Maret lalu.
Belum jelas betul kebenaran musabab dan fakta kekerasan yang terjadi antara RK dan Taufik Hidayat. Namun, kasus yang membelit RK ini terlanjur mengemuka di media dan publik menaruh perhatian besar.
Andai kekerasan benar-benar terjadi, Ridwan Kamil menambah daftar Kepala Daerah berperilaku kasar. Jauh sebelumnya, ada beberapa Kepala Daerah yang gemar mengubar emosi. Berikut deretan Kepala Daerah berperilaku seperti itu.
Pertama, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Seorang ibu muda, Yusri Isnaeni melaporkan Ahok ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Yusri tersinggung dituduh maling oleh Ahok saat ia mengalami kendala teknis menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Yusri mengaku dituding maling oleh Ahok sampai tiga kali. Selain melaporkan ke polisi, ia juga menggugat Ahok Rp100 miliar.
Kemudian, Ahok juga kerap mengumbar emosi ketika Satpol PP dianiya. Menurutnya, jika warga dianiya disebut melanggar HAM, maka harusnya Satpol PP yang dianiaya warga juga disebut melanggar HAM.
Kedua, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha.
Vokalis Band Ungu Sigit Purnomo Said atau Pasha, resmi menjadi Wakil Wali Kota Palu pada 17 Februari 2016. Baru dilantik menjadi pejabat, ia langsung menuai banyak kritik karena gayanya yang diangap banyak kalangan arogan.
Sehari setelah dilantik, Pasha diberitakan sudah marah-marah di depan anak buahnya dalam suatu upacara. Ia juga dituding melecehkan profesi jurnalis ketika diminta wawancara.
Ridwan Lapasere, salah satu jurnalis MNC Group yang mengalami insiden tersebut, menuturkan, saat hendak mewawancarai Pasha Ungu, dia ditolak.
“Saya ini sekarang sudah pejabat, bukan lagi artis. Kamu orang cuma kontributor kan,” kata Ridwan menirukan perkataan Pasha Ungu.
Lalu yang ketiga, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Kasus ini mengemuka pertama kali dari kicauan Netizen di jejaring sosial Twitter. Joker lewat akun @jokoHQ mencuit, “RK dilaporin ke polisi gara-gara menampar supir angkot. Dashyat. Sudah kayak Ali Sadikin.”
Ridwan Kamil membantah tuduhan Joker tersebut. Bahkan, mereka sempat berbalas pantun di dunia maya membahas soal tamparan itu. Sejak saat itu kasus ini mengemuka dan bergulir dari dunia maya ke dunia nyata. Ridwan Kamil dilaporkan ke Polda Jabar karena menampar sopir angkutan umum berupa omprengan.
EDITOR : INYO R.





