Irup di Peringatan Hari Merah Putih; Ini Tiga Instruksi Penting Gubernur Yulius Selvanus

oleh

Loading

 

MANADO, MediaManado.com – Peringatan Hari Merah Putih 14 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Utara. Momentum ini melahirkan instruksi penting dari Gubernur Yulius Selvanus SE.

Ketiga instruksi penting ini disampaikan Gubernur Yulius Selvanus di hadapan peserta upacara dalam rangka Peringatan Merah Putih yang dilaksanakan di Lapangan KONI Manado, Sabtu (14/02/2026).

“Menghargai pejuang berarti
menghidupkan karakter mereka para
pejuang dalam diri kita. Melalui momentum ini, Saya instruksikan tiga hal penting,” tandas Gubernur Yulius Selvanus.

Pertama, Memperkuat literasi sejarah agar menjadi bangsa yang cerdas akan
akarnya, dan tidak mudah tumbang
oleh arus global.

Kedua, Memperkokoh sinergi, sehingga tidak ada tempat bagi ego sektoral. Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat harus padu membangun Sulawesi Utara yang maju dan sejahtera.

Ketiga, Transformasi semangat juang.

“Musuh kita hari ini adalah kemiskinan
dan perpecahan. Kita harus memiliki
semangat pantang menyerah untuk
memenangkan persaingan di dunia
modern,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

Selain menyampaikan instruksi penting, Orang Nomor Satu di Bumi Nyiur Melambai ini membakar semangat juang putar-putri Tanah Toar Lumimuut.

“Hari ini, tepat delapan dekade setelah
fajar patriotisme membara di tanah
Sulawesi Utara, kita berdiri di bawah langit Manado untuk menghormati lembaran sejarah yang agung. Angka 80 tahun adalah simbol ketangguhan dan bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam di Bumi Nyiur Melambai,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa 80 tahun silam, Tangsi Militer Teling menjadi pusat ledakan perlawanan yang heroik. Peristiwa itu meruntuhkan kesombongan penjajah, sekaligus menegaskan kedaulatan bangsa
di ujung Utara Sulawesi.

“Kehadiran kita di Lapangan KONI Sario
pagi ini bukan sekadar melaksanakan
upacara semata, melainkan upaya
menegakkan punggung, mengangkat
dada dengan bangga, dan menjemput
kembali api perjuangan para pahlawan
kita. Saya bangga melihat barisan TNI,
Polri, ASN, atlet, hingga pelajar; ini bukti
bahwa darah patriotisme masih mengalir kental di nadi setiap anak bangsa di Sulawesi Utara,” terangnya.

Gubernur Yulius Selvanus pun menegaskan bahwa Peringatan Peristiwa Merah Putih tahun 2026 ini dilaksanakan dengan napas berbeda.

“Kita ingin dunia diingatkan bahwa kedaulatan Republik ini pernah dipertaruhkan dan dimenangkan dengan
gemilang di tanah ini. Kita mengenang
kembali keberanian Letkol Charles
Choesj Taulu, Sersan Servius Dumais
Wuisan, Kopral Mambi Runtukahu, dan
Bernard Wilhelm Lapian,” urainya.

Ia melanjutkan bahwa nama-nama diatas menjawab provokasi NICA
dengan tindakan nyata diantaranya menyerbu markas musuh, menurunkan bendera penjajah, merobek warna birunya, dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

“Inilah proklamasi kedua bagi masyarakat Sulawesi Utara, yang menjadi fondasi tema besar kita ‘Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara’. Kalimat ini adalah janji setia bahwa Sulawesi Utara. akan selalu menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI,” imbuhnya.

Oleh karena itu, tambah Gubernur Yulius Selvanus, rangkaian kegiatan
tahun ini diperluas seperti kegiatan Merah Putih Panahan Sulut Open, yang digelar sebagai simbol bahwa generasi daerah harus memiliki presisi dan fokus dalam membidik masa depan.

Selain itu dipentaskan Drama Kolosal dihadirkan agar masyarakat merasakan getaran pengorbanan pejuang.

“Disisi lain, pembagian bunga dan
cokelat menjadi pesan bahwa perjuangan kita hari ini berlandaskan cinta kepada tanah air dan sesama,” katanya.

Di tanah paling utara Nusantara ini, lanjutnya, Merah Putih dikibarkan dengan jiwa dan air mata. Ini tentang harga diri dan kesetiaan. Jangan biarkan api patriotisme ini redup!

“Mari kita tanamkan tekad bulat
Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut
untuk Nusantara! Semoga Tuhan Yang
Maha Kuasa senantiasa memberkati
pengabdian kita kepada bangsa dan
negara,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri berbagai stakeholder, tokoh budaya, tokoh masyarakat, Forkopimda, para pimpinan OPD. (Ferry/*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *