Kaawoan Banjir Asmara Desa Sinuian Kecamatan Remboken

oleh

Loading

IMG-20210412-WA0001

 

MANADO, MediaManado.com – Masa Reses adalah masa di mana DPR, DPRD melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPR/DPRD. Misalnya untuk melakukan kunjungan kerja, baik yang dilakukan anggota secara perseorangan maupun secara berkelompok. Masa Reses juga merupakan pertanggungjawaban moral anggota DPRD kepada masyarakat terhadap kinerjanya.

Bertempat di Desa Sinuian Kecamatan Remboken. Legislator Dapil Minahasa Tomohon, Herol Vresly Kaawoan menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Sulut Masa Sidang I di tahun 2021, pekan lalu. Dan reses tersebut patuh pada protokol Covid-19 dan meski demikian hal tersebut tidak membatasi aspirasi warga setempat yang disampaikan melalui perwakilan yang ada.

Pada Kesempatan tersebut Kaawoan mengatakan, Reses ini untuk mendengar langsung Aspirasi Masyarakat (Asmara) tapi juga berupa pengeluhan masyarakat terkait kebutuhan yang ada.

Dalam reses itu Kaawoan pun menerima sejumlah aspirasi dari salah satu perwakilan Pemerintah, Daniel S Kussoy selaku Hukum Tua yang mengusulkan adanya Zebra cross di jln Provinsi depan SD Negeri dan perampatan Inpres Desa Sinuian.

“Aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk ditindaklanjuti. Dan sebagai wakil rakyat daerah pemilihan Kab minahasa dan kota Tomohon akan berjuang dan mengawal aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat,” ucap Kaawoan.

Di reses itu pula diserukan aspirasi lain yaitu, Bumdes Pengolahan Air bersih, Fasilitas Sekolah TK, Balai Desa Sinuian yang sudah tidak layak lagi, dan Eceng gondok.

“Semua aspirasi yang masuk akan dikawal langsung dan yang menjadi kewenangannya Kabupaten/Kota akan kami teruskan ke Pemerintah setempat dalam hal ini Walikota/Wakil Walikota Tomohon serta Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Minahasa,” tutup Legislator Partai Gerindra ini.

Dalam reses tersebut turut dihadiri Hukum Tua Bpk Daniel S Kussoy, Tokoh agama, tokoh masyarakat, petani, nelayan dan ibu-ibu rumah tangga.

(Dian M)