MANADO, MediaManado.com – Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa terus diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). UNESCO merupakan sebuah organisasi internasional di bawah PPB yang mengurusi semua hal yang berhubungan dengan pendidikan, sains, serta kebudayaan.
Untuk itu, Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia sebagai salah satu komunitas pencinta musik Kolintang yang selama ini giat mendorong Alat Musik ini mendapat pengakuan UNESCO, akan menggelar Seminar Live and Virtual ‘Kolintang Goes to UNESCO’ melalui siaran RRI pada Kamis, 25 Maret 2021, pukul 15.00 -17.00 WIB.
Adapun para panelis terdiri atas Penny Iriana Masetio (Ketum DPP PINKAN Indonesia), Edi Irawan (Kapokja Apresiasi dan Literasi Musik Kemendikbud), Olly Dondokambey (Gubernur Sulut), Joune Ganda (Bupati Minut), HE Vincent Piket (Duta EU Ambassador to Indonesia), Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio (Pembina PINKAN), Prof Ir Wiendu Nuryanti (Budayawan).
Kegiatan Seminar Virtual inipun merupakan hasil pembicaraan saat pertemuan antara Pembina PINKAN Indonesia Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio dan DPP PINKAN Indonesia dihadiri Plt Kadisbud Provinsi Sulawesi Utara Patricia Mawitjere di Beautika, Jakarta pada Rabu 17 Maret 2021.
Pada saat itu disepakati untuk menindaklanjuti dan meningkatkan koordinasi terkait kesiapan Tim Pengusung Ansambel Musik Kolintang Kayu (AMKK) Minahasa untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.
Masyarakat Sulut diajak untuk turut serta berkontribusi melalui Seminar Virtual ini. (Ferry)






