Keberadaan Kandang Babi di DAS Jadi Keluhan Pencinta ALam dan Warga, Lurah Pinokalan Lakukan Hal Ini

oleh

Loading

BITUNG, Mediamanado.com – Peternakan Babi di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Bitung atau lebih tepatnya di Wilayah Kelurahan Pinokalan, dikeluhkan warga setempat dan sejumlah pencinta alam serta pemerhati lingkungan Kota Bitung.

Seorang warga yang bermukim di sekitar area tersebut kepada wartawan  Mediamanado.com mengungkapkan sejak beberapa tahun ini menghirup bau busuk yang keluar sangat menyengat setiap hari.

“Kami keluarga sempat mau protes dan ingin mengajak para tetangga lainya, tapi mereka tidak mau terlibat dalam aksi itu dikarenakan salah satu anak mereka bernama CS (14) bekerja di tempat perternakkan itu jadi mereka tau mau ikutan.” ungkap Miti Hamza.

Ia juga keluhkan atifitas mencuci pakaian di Sungai Girin tersebut  kini sudah tak bisa lagi karena dahulu air bersih kini berubah jadi pembuangan kotoran peternakan babi.

“Kalau siang pas panas itu baunya busuk sekali, menyengat, apalagi pada sore hari saat angin berembus dari kandang babi, baunya makin terasa, air suangai pun berubah menjadi kotor karena pembuangan limbah peternakan Babi,” ujarnya.

Diapun berharap pemerintah Kota Bitung segerah melakukan pengawasan dan edukasi kepada peternak agar limbah yang dihasilkan dari kandang babi tidak menggangu warga sekitar atau ada pembuangan tersendiri.

“Pemerintah harus melakukan penertiban supaya tidak merugikan, karena bau itu mengganggu terutama ketika mereka melakukan pembersihan kandang,” katanya.

Senada disampaikan Ketua Generasi Muda Pencinta Alam (GEMAPALA) Kota Bitung Cliffhanger Awondatu, bahwa sangat di sayangkan sekali satu satunya sungai terbesar di kota bitung di manfaatkan untuk membuang limbah ternak babi, dan aktifitas latihan arung jeram (Rafting) bersama Atlit persiapan pekan olah raga provinsi, jadinya sangat terganggu dengan peternakan hewan Babi tersebut.

“Tak hanya itu, salah bak penampungan PDAM Bitung memanfaatkan sungai tersebut sebagai penyediaan dan distribusi air bersih kepada masyarakat melalui jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini jelas tidak baik, dan apakah layak di konsumsi,” ungkap Cliffhanger.

Lurah Pinokalan  Vivi Sumlang ketika dikonfirmasi mediamanado.com terkait hal ini, menyampikan tidak tau kalau tempat tersebut ada peternakan babi. Namu akan segera lakukan kunjungan di pternakan babi tersebut.”Iya, terimakasih atas laporanya dan akan kami tindak lanjut,” katanya.

Lebih lanjut Vivi menjelaskan, setelah ditelurusi memang benar ada peternakan babi di daerah kuala Bir Pinokalan, dan saat bertemu disampaikanlah keluhan para tetangga juga sejumlah Pencinta Alam yang mana merasa sangat terganggu adanya peternakan babi tersebut.

“Perangkat Kelurahan, Pala, dan RT sudah bertemu pemilik peternakan babi tersebut, pemilik pun mengaku secepatnya akan segera memindahkan peternakan ke tempat lain dan memang sebelumya juga sudah punya rencana untuk pindah lokasi peternakan,” ujar Vivi Sumlang Lurah Pinokalan mengakhiri percakapan lewat pesan WhatsApp, Senin (7/7/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *