Kemendagri, Kemenag RI dan Asosiasi FKUB se-Indonesia, Puji Langkah ODSK dan Forkopimda Atasi Masalah di Perum Agape Tumaluntung

oleh
Gubernur Olly Dondokambey SE didampingi Kapolda dan Pangdam serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat saat meninjau Balai Pertemuan Al-Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara.

Loading

Gubernur Olly Dondokambey SE didampingi Kapolda dan Pangdam serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat saat meninjau Balai Pertemuan Al-Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara.
Gubernur Olly Dondokambey SE didampingi Kapolda dan Pangdam serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat saat meninjau Balai Pertemuan Al-Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara.

 

MANADO, MediaManado.com – Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Agama RI dan Asosiasi FKUB se-Indonesia, memberi apresiasi dan menyatakan salut atas  langkah cepat yang dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw (ODSK) bersama Forkopimda dan FKUB, serta Tokoh Masyarakat dalam meredam masalah pengrusakan Balai Pertemuan Al- Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang terjadi beberapa hari silam.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar dan Dr Nifasri MPd selaku Kepala PKUB (Pusat Kerukunan Antar Umat Beragama) dan Ketua Asosiasi FKUB se-Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan hal itu kepada Kapala Badan Kesbangpol Sulut Evans Steven Liow SSos.

Melalui Whatsapp yang dikirim kepada MediaManado.com, Minggu (02/02/2020), Liow menyampaikan bahwa apresiasi dan rasa salut dari Kemendagri dan Kemenag RI itu disampaikan setelah pihak Badan Kesbangpol memberikan laporan atas upaya dan langkah yang dilakukan ODSK, Forkopimda dan FKUB serta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di Minut itu.

“Dalam waktu yang singkat dan cepat, permasalahan tuntas dan daerah menjadi kondusif, 1×24 jam. Prakarsa Pak Gubernur melalui Tokoh Masyarakat dan pendekatan Tokoh Agama, FKUB, MUI sangat luar biasa, amat terlebih koordinasi di lapangan oleh jajaran TNI dan POLRI begitu kompak,” tulis Dr Nifasri MPd selaku Kepala PKUB (Pusat Kerukunan Antar Umat Beragama) dan Ketua Asosiasi FKUB se-Indonesia seperti dikutip Liow.

Langkah cepat yang dilakukan pemerintah, Forkopimda, Polri, TNI, FKUB dan MUI di daerah melahirkan Deklarasi Cinta Damai yang dilakukan masyarakat setempat.

“Terbukti masyarakat berhasil mendeklarasikan Cinta Damai. Penanganan ini patut dicontoh oleh pemerintah daerah lain di Indonesia. Karena penanganan cepat dilakukan dan bahkan oknum pelaku ditangkap dan diproses hukum,” kata Dr Nifasri MPd.

“Saya salut dan apresiasi kepada Pak Gubernur Olly Dondokambey. Semoga hal ini dapat dicontoh oleh Pemda lain di Indonesia,” tambah Dr Nifasri MPd lagi.

Hal senada disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar, dimana pihaknya menyatakan salut juga terhadap koordinasi pemerintah daerah dengan Polri dan TNI.

“Respon cepat pemerintah daerah dan jajaran TNI dan Polri merupakan contoh yang baik, dimana fungsi koordinasi yang dipimpin oleh Pak Olly Dondokambey, luar biasa. Bahkan ketika berkunjung, terlihat memang bahwa unsur Forkopimda di Sulut, nampak kompak,” kata Bahtiar.

Sehingga, tentu saja pelakunya langsung ditangkap dan situasi berhasil diredam.

“Bahkan dengan cepat pula tempat yang dirusak langsung diatasi dan diperbaiki. Ini merupakan tindakan pemerintah yang tepat,” tandas Bahtiar lagi.

Deklarasi Cinta Damai para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Minahasa Utara terkait permasalahan di Perum Agape Tumaluntung Minut
Deklarasi Cinta Damai para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Minahasa Utara terkait permasalahan di Perum Agape Tumaluntung Minut

Demikian halnya disampaikan Ketua Umum Asosiasi FKUB se – Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

Menurut Sukahet, sikap dan tindakan Gubernur Olly patut jadi teladan sebagai pimpinan daerah.

“Saya salut dan bangga, karena rasa keadilan dalam bersikap Pak Gubernur Olly Dondokambey, yang tidak memberi ruang kepada siapapun untuk merusak atau menganggu kegiatan umat beragama. Ini yang patut diancungi jempol buat Pak Gubernur,” ujar Sukahet.

“Sejak awal, saya kenal beliau, saya tidak ragu, dan ini bisa dilihat, dimana beliau rendah hati dan peduli terhadap kerukunan dan toleransi, tetapi juga beliau tegas kepada siapapun yang anti kerukunan dan toleransi. Sulawesi Utara memang benar-benar Laboratorium Kerukunan,” ungkap Sukahet via Whatsapp.

Untuk itu, pada bulan April 2020 nanti, dia akan mengajak FKUB se-Indonesia untuk ke Sulawesi Utara.

“Pada bulan April nanti, saya akan ajak teman –  teman FKUB se-Indonesia, untuk berkunjung ke Sulawesi Utara. Kita akan belajar penanganan konflik, tetapi juga kita akan belajar, bagaimana merawat dan menjaga toleransi dan kerukunan di Sulawesi Utara,” tulis Sukahet.

Dukungan dan apresiasi terhadap upaya baik oleh Pemprov Sulut, Forkopimda, FKUB, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat MINUT dan Ketua MUI, datang dari Forum Ormas LMI dan BMI.

Mereka memuji sikap Gubernur Olly Dondokambey SE dan Forkompinda Sulut, termasuk Kapolda dan Pangdam XIII/Merdeka.

Tonaas Wangko BMI Ventje Rumambi mengatakan pihaknya memang tidak ragu atas langkah yang dilakukan ODSK bersama Forkopimda, FKUB dan Tokoh Masyarakat.

“Kami percaya dan yakin bahwa ODSK mampu dengan cepat mengatasi masalah ini dengan baik. Kita bersyukur, semangat persaudaraan Torang Samua Ciptaan Tuhan, hadir dalam mengatasi masalah. Dan rakyat tidak terprivokasi atas ulah orang yang tidak bertanggungjawab,” tandas Rumambi.

Untuk itulah, pihaknya terus memberi dukungan pada pemerintahan ODSK menghadapi ancaman intoleransi.

“Kami mendukung terus sikap dan tindakan ODSK dalam setiap mengatasi masalah intoleran dan ancaman terhadap kerukunan di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara,” kata Rumambi. (Ferry)