Kerja Holistik dan Miliki Komitmen Kuat, Penanganan Stunting Punya Benang Merah dengan Kualitas SDM

oleh -81 Dilihat

WhatsApp_Image_2022-09-08_at_12-01-44_1

 

MANADO, MediaManado.com – Kerja secara holistik diiringi komitmen yang kuat, maka penanganan stunting dinilai menjadi strategi dan benang merah dalam penciptaan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, unggul dan handal.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven O.E. Kandouw saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting dan Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Sulut di Manado, Kamis (08/09/2022).

Maka, setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Utara yang bekerja secara holistik dan berhasil menurunkan angka stunting karena memiliki komitmen dan iktiar yang kuat, pantas mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Wagub Kandouw selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulut.

Wagub Kandouw juga memberi apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Sulut tersebut.

Menurut Wagub Kandouw, kegiatan Rakorev ini merupakan bentuk upaya, ikhtiar dan semangat kita bersama dalam menurunkan bahkan menghilangkan stunting di Sulawesi Utara, sehingga penyelenggaraan Rakorev Penurunan Stunting tidak sekedar hanya acara seremonial belaka, melainkan dapat dijadikan momentum dalam mengoptimalkan tugas dalam menurunkan angka stunting di Bumi Nyiur Melambai.

“Termasuk pemberian penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota yang dinilai baik dalam penanganan stunting. Ini penting, ini wajib,” ungkap Wagub Kandouw.

“Bagi yang mendapatkan penghargaan, ini menjadi modal yang luar biasa. Bagi yang belum, (penghargaan) ini jadi pemicu dalam mencapai tujuan guna menurunkan stunting,” tambahnya.

Wagub Kandouw menjelaskan bahwa upaya penurunan angka stunting merupakan agenda nasional yang punya benang merah terhadap peningkatan kualitas SDM di Indonesia.

“Dalam 8 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia gencar dalam hal peningkatan infrastruktur. Ini tentunya harus diimbangi dengan peningkatan SDM, yang salah satunya caranya yaitu dengan mengurangi angka stunting,” terangnya.

“Untuk itu, penanganan stunting harus melalui pendekatan yang holistik. Dalam artian, semua spektrum, semua strata sosial dalam masyarakat, seluruh anak bangsa harus terlibat,” sambungnya.

Wagub Kandouw membeberkan, upaya penanganan stunting merupakan tugas yang cukup berat dan krusial, maka  diperlukan komitmen dari seluruh stakeholder, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, serta koordinasi lintas sektor.

“Menjadi tugas dari Pemprov untuk selalu mengingatkan tentang komitmen dan koordinasi ini. Semoga upaya dan ikhtiar kita untuk mengurangi stunting bisa segera terwujud, sekaligus mendukung target Presiden yakni Indonesia Sehat Tahun 2024,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut bupati dan walikota se Sulut, Pj Sekdaprov Sulut Praseno Hadi, jajaran BKKBN serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Sulut. (*/ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.