
MINUT, Mediamanado- Peran Partai Bulan Bintang (PBB) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Utara (Minut) tahun 2020 ini, seperti seorang artis yang ada dalam drama film korea. Pasalnya, belakangan ini PBB meski hanya memiliki 1 kursi di DPRD Minut, jadi sorotan publik.
Sebagaimana diketahui, DPP PBB berdasarkan surat keputusan dengan nomor: SK.PP/078/PILKADA/2020 tertanggal 7 agustus tahun 2020 tentang pembatalan calon Bupati dan calon wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara. Dimana, dalam diktum pertama DPP PBB memutuskan mencabut surat keputusan nomor: SK.PP/062/Pilkada/2020, tanggal 3 Dzulhijjah 1441 H/24 Juli 2020 M. tentang cabup dan cawabu Minut periode 2020-2025. Sebagaimana Diktum kedua, membatalkan dukungan kepada saudari Shintia Gelly Rumumpe sebagai calon Bupati dan saudara Petrus Defny Macarau (SGR-PDM) calon wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara, yang didukung oleh DPC PBB Minut.
Meski telah menarik dukungan terhadap pasangan bakal calon SGR dan PDM, baik DPC Minut maupun DPP PBB belum menentukan sikap atau sudah menyatakan kepada siapa akan mengusung di Pilkada Minahasa Utara. Sehingga, sebelum waktu pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), PBB masih memiliki peran untuk memberikan dukungan mengsung pasangan calon.
Apalagi, di kubu partai Golkar sendiri, diketahui bersama telah memberikan SK kepada pasangan Sompie Singal dan Joppi Lengkong (SS-JL). Sehingga masih membutuhkan dukungan partai lain agar dapat mengsung di Pilkada. Tidak menutup kemungkinan PBB bergabung dengan Golkar dan Hanura yang lebih dulu untuk mengusung pasangan SS-JL. Dimana, dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi sejauh belum waktu pendaftaran pada tanggal 4-6 september nanti.
Dakui Ketua DPC PBB Minut Harry Azhar, bahwa pasca ditariknya dukungan dari pasangan SGR-PDM, kini PBB belum menentukan sikap mendukung siapa di Pilkada nanti. “Setelah penarikan dukungan, saya tetap berkoordinasi dengan DPP. Meski penarikan dukungan itu tidak sesuai dengan harapan saya, karena saya menolak. Ada pertimbangan DPP terkait dengan kepentingan yang lebih besar, dan itu yang disampaikan kepada kami. Terkait kedepannya pada siapa PBB akan mendukung di Pilkada, sampai hari ini belum ada informasi,” jelas Azhar kepada mediamanado saat dihubungi via telpon seluler siang tadi (11/8/20).
Joune Ganda saat diminta tanggapan terkait pencabutan dukungan SK Partai Bulan Bintang kepada pasangan SGR-PDM, hanya tertawa ketika ditanya apakah PBB akan merapat kepadanya selaku calon. “Haha….Tenang,” katanya singkat. (swp)





