Komentar Presiden Kolombia Usai Dianugerahi Nobel Perdamaian 2016

oleh
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berpidato usai menerima hadiah Nobel Perdamaian 2016 disaksikan istrinya Maria Clemencia Rodriguez Munera. (Foto: Reuters)

Loading

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berpidato usai menerima hadiah Nobel Perdamaian 2016 disaksikan istrinya Maria Clemencia Rodriguez Munera. (Foto: Reuters)
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos berpidato usai menerima hadiah Nobel Perdamaian 2016 disaksikan istrinya Maria Clemencia Rodriguez Munera. (Foto: Reuters)

BOGOTA – MediaManado.com – Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dianugerahi gelar Nobel Perdamaian 2016 atas kerja kerasnya dalam perjanjian damai dengan kelompok pemberontak FARC. Inisiatif tersebut dilakukannya untuk mengakhiri konflik yang terjadi sekira 50 tahun lamanya.

“Saya menerima hadiah ini sebagai sebuah pengakuan, sebuah mandat untuk terus bekerja tanpa henti bagi kedamaian warga Kolombia. Saya menerima ini bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk warga Kolombia, terutama jutaan korban dari konflik yang telah mendera kami selama lebih dari 50 tahun,” tutur Santos dalam pernyataan resminya, seperti dimuat The Guardian, Senin (10/10/2016).

Perjanjian damai tersebut sebenarnya telah ditolak oleh rakyat Kolombia lewat referendum yang diadakan pada Minggu 2 Oktober 2016 lalu. Nama Juan Manuel Santos sempat dirumorkan telah dicoret oleh komite Nobel Perdamaian 2016 yang bermarkas di Oslo, Norwegia.

Rekonsiliasi antara Pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC telah dilakukan pada Senin 26 September 2016. Sebelumnya, Juan Manuel Santos telah mengakui bahwa negaranya bertanggung jawab terhadap pembunuhan ribuan anggota partai politik berhaluan kiri yang menjadi afiliasi dari FARC.

Lebih dari 220 ribu orang tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi akibat perang yang meletus pada 1964. Upaya negosiasi damai dilakukan lewat pembicaraan intensif selama empat tahun di Havana, Kuba. Butir-butir kesepakatan damai tersebut akhirnya tercapai pada Agustus 2016. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyebutnya sebagai pencapaian bersejarah.

Komite Nobel Perdamaian 2016 berharap hadiah tersebut dapat mendorong seluruh pihak yang bertikai untuk terus bekerja keras mencapai perdamaian. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebut hadiah tersebut sebagai bukti Kolombia telah berjuang begitu keras mencapai perdamaian.

“Ada ancaman nyata bahwa proses perdamaian akan berhenti dan perang sipil akan meletus lagi. Fakta bahwa sebagian besar menolak perjanjian damai itu bukan berarti proses perdamaian mati. Referendum bukan untuk memilih setuju atau menolak perdamaian,” tukas Ketua Komite Nobel Perdamaian 2016, Kaci Kullmann Five.

EDITOR : INYO R.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *