Komunitas MAHSAMBUREYREY Miliki Tiga Kelompok Tari Kawasaran

oleh

Loading

Resize_2019-08-04_13-04-03-901

 

TOMOHON, MediaManado.com – Komunitas MAHSAMBUREYREY TOU_WULU MINAHASA yang kini berada di Kaki Gunung Lokon Tomohon, memiliki tiga kelompok penari Kawasaran (tarian perang Minahasa).

Ketiga kelompok penari Kawasaran terdiri atas Kelompok Laki Laki Dewasa atau dinamakan Kawasaran SIOW_KENTUR, Kelompok Perempuan SEPUT_RANDANG, dan Kelompok Anak yang dinamakan WARANEY_SOMBOR.

Masing-masing Kelompok Penari Kawasaran dipimpin seseorang yang dinilai mumpuni dalam mengendalikan gerak, langkah dengan bahasa daerah yang digunakan dalam memimpin pasukan perang adat.

Resize_2019-08-04_13-07-33-512

 

Untuk penari Kawasaran SIOW_KENTUR dipimpin seorang pemimpin yang disebut Tumu -Tuzuk (bahasa Tombulu) atau Sarian (bahasa Tonsea). Kelompok ini dipimpin Chandra Lala.

Sedangkan penari Kawasaran SEPUT_RANDANG dipimpin Benedikta Lolong dan Kawasaran WARANEY_SOMBOR dipimpin adik Jeremy Lolong.

Kelompok Kawasaran WARANEY_SOMBOR merupakan penari Kawasaran anak usia sekolah. Sementara Kelompok Kawasaran SEPUT_RANDANG merupakan penari Kawasaran yang terdiri dari dara muda, cantik dan mempesona.

Resize_2019-08-04_13-05-22-989

Resize_2019-08-04_13-04-50-550

 

SEPUT_RANGDANG dapat diartikan sebagai BUNGA_MERAH atau MAWAR MERAH, sehingga pakaian Kawasaran kelompok ini dihias dengan kain merah yang berbentuk bunga mawar. Pesona para penarinya yang terdiri dari kaum hawa inipun rada-rada garang, mata mereka elok tapi sesekali terlihat garang di aksi Medan perang.

Laksana Bunga Mawar, indah tapi sesekali bisa menusuk karena durinya.

Kelompok penari Kawasaran SEPUT_RANDANG seringkali tampil bersamaan dengan Kelompok Kawasaran SIOW_KENTUR baik dalam Iven budaya maupun saat menjemput tamu.

Sementara penari Kawasaran SIOW_KENTUR terlihat garang dengan keunikan gerak tari dengan uniform yang didesain apik pula.

Resize_2019-08-04_13-04-26-853

Resize_2019-08-04_13-05-53-008

 

Ketiga Kelompok Kawasaran milik Komunitas MAHSAMBUREYREY pernah tayang di TV Nasional TRANS7 dalam Program ‘Ragam Indonesia’, termasuk berbagai hasil karya tangan berlatar budaya yang dibuat Komunitas ini.

“Karya-karya tangan kami sudah banyak tersebar di pelosok Indonesia, dan juga dunia seperti Swedia, Jerman, Amerika, China dan Belanda, ” tandas Leng Lolong, pimpinan Komunitas Seni, Adat dan Budaya MAHSAMBUREYREY.

Saat Pembukaan iven Manado Fiesta 2019, Sabtu 27 Juli 2019, Komunitas MAHSAMBUREYREY mengirimkan duta penari Kawasaran SIOW_KENTUR dan SEPUT_RANDANG.

Tim penari Kawasaran milik Komunitas MAHSAMBUREYREY inipun mendapat aplaus dan apresiasi masyarakat Kota Manado dan sekitarnya yang memenuhi dua sisi jalan dari garis start di depan Hotel Quality Manado dan sepanjang Jalan Piere Tendean Boulevar hingga ke Lokasi Acara di Kawasan Pohon Kasih Megamas Manado.

Resize_2019-08-04_13-03-00-826

 

Tak sungkan-sungkan, banyak warga mengabadikan momen indah persembahan Kawasaran SIOW_KENTUR dan SEPUT_RANDANG, bahkan banyak pula yang melakukan swafoto dengan para penari ganteng dan cantik.

Penampilan tim Kawasaran Komunitas MAHSAMBUREYREY di berbagai kegiatan budaya ataupun Iven daerah, tidak bisa diragukan lagi. Mereka memiliki keunikan tersendiri dalam mempresentasikan dan melestarikan Pusaka Tou Minahasa.

“Ada banyak pesanan dari luar daerah ini, yang kami layani baik hasil karya tangan berupa pahatan batu, ukiran kayu bermotif seni dan budaya Minahasa, ataupun perlengkapan pakaian dan aksesoris bagi para penari Kawasaran. Aktivitas karya tangan Komunitas MAHSAMBUREYREY, menjadi bagian misi melestarikan budaya lokal Minahasa,” terang Leng Lolong.

Resize_2019-08-04_13-03-16-745

 

Di sisi lain, Leng Lolong berharap, Komunitas MAHSAMBUREYREY pun mendapat perhatian Pemerintah Daerah dalam ikut merawat dan menjaga nilai nilai Seni, Budaya dan Adat sebagai kekayaan yang bernilai yang diturunkan para leluhur Minahasa dari generasi satu ke generasi berikutnya, seperti halnya yang dilakukan Komunitas Seni, Adat dan Budaya MAHSAMBUREYREY TOU_WULU -MINAHASA yang sejak tahun 1971 mulai berkiprah merawat, menjaga dan melestarikan budaya, Pusaka Tou Minahasa. (Ferry, Selesai)