Lahirkan Sederet Atlit Berprestasi, Om SPEGO Rayakan 35 Tahun PB PISOK Manado Bersama Anak Asuh di Usia 88 Tahun

oleh
SIMON PETRUS GONI alias SPEGO, saat rayakan usia ke 88 tahun

Loading

SIMON PETRUS GONI alias SPEGO, saat rayakan usia ke 88 tahun
SIMON PETRUS GONI alias SPEGO, saat rayakan usia ke 88 tahun

MANADO, MediaManado.com – Meskipun kini tinggal duduk di kursi roda, Simon Petrus Goni, yang akrab dipanggil Om SPEGO masih boleh merayakan HUT ke-88 dan 35 tahun berdirinya PB PISOK, Senin (16/12/2019) malam.

Tatapan mata Om SPEGO di balik lensa kacamata minus, masih nampak bersemangat, sekalipun fisiknya mulai dimakan usia.

Semangat Om SPEGO melahirkan sederet atlit berprestasi, tidak diragukan. Setidaknya, pria tua ini memiliki kebanggaan tersendiri pada komunitas PB PISOK Manado yang telah menghasilkan 3 atlit juara dunia Bulutangkis, yakni Liliyana Natsir, Greysia Polii, dan Ronald Alexander.

Ketiga atlit Bulutangkis kebanggaan Indonesia ini, lahir dari tangan para pelatih PB PISOK Manado  yang begitu giat melatih para anak asuh dengan fasilitas yang sangat sederhana kala itu.

PB PISOK merupakan salah satu dari sejumlah klub bulu tangkis di Manado yang telah menghasilkan sejumlah atlet ternama. Klub ini milik pasangan Simon Petrus Goni (SPEGO) dan Juddy Lapian. Juddy, bahkan berperan sebagai pelatih fisik bagi para anak asuh bersama pelatih lainnya.

Om SPEGO yang kini menapaki usia ke-88 tahun, masih boleh merayakan 35 tahun berdirinya PB PISOK, sekalipun dalam suasana sederhana, namun kebanggaan dan kecintaannya pada PB PISOK tergambar jelas di balik wajahnya yang mulai menua.

Om SPEGO bersama anak asuh PB PISOK Manado saat rayakan Natal dan HUT (Om SPEGO dan PB PISOK Manado)
Om SPEGO bersama anak asuh PB PISOK Manado saat rayakan Natal dan HUT (Om SPEGO dan PB PISOK Manado)

PB PISOK, klub Bulutangkis tertua di Manado ini, berdiri pada tahun 1984 dan hingga kini di usia 35 tahun, masih terus menempah dan melatih anak dan remaja menjadi atlit berbakat dan bermental juara dunia.

Sederet Atlit Nasional dan Juara Dunia yang lahir dari PB PISOK seperti Liliyana Natsir, peraih emas Olimpiade Rio 2016 cabang Bulutangkis, dan Greysia Polii serta Ronald Alexander yang menjuarai iven nasional dan dunia serta sederet atlit BuluBulutangkis lainnya, menjadi Tungku dan Suluh Api penyemangat para remaja dan bocah yang hingga kini masih berlatih di bawah naungan PB PISOK Manado.

Terpancar wajah ceria dan sukacita dari anak-anak asuh PB PISOK saat merayakan Natal bersama dengan Om SPEGO, Sang Sesepuh PB PISOK yang kini menapaki usia 88 tahun tadi malam.

Semangat tinggi bermental juara dari Om SPEGO dan para pelatih PB PISOK Manado terus mengalir dari waktu ke waktu.

Baru saja, di ajang Badminton Manado Open yang digelar pada September 2019 lalu, PB PISOK Manado menjadi Kampiun.

Om SPEGO bersama anak asuh PB PISOK Manado, atlit Bulutangkis masa depan Sulut dan Indonesia
Om SPEGO bersama anak asuh PB PISOK Manado, atlit Bulutangkis masa depan Sulut dan Indonesia

Lima bocah asuhan PB PISOK Manado berhasil menjuarai iven antar klub bulutangkis ini, yang diikuti berbagai klub bulutangkis favorit di Indonesia untuk mencari Atlit Bulutangkis masa depan Indonesia.

Aurelia, atlit cilik asuhan PB PISOK Manado berhasil merebut emas di kelompok usia dini. Sukses Aurelia pun diikuti Jeslyn Runtu yang menjadi juara di kelompok usia pradini dan meraih emas. Sedangkan Resa Karouw berhasil pula merebut perak di kelompok usia anak, dan Putri Injil dan Ricky Karauw menyabet perunggu.

Om SPEGO, yang juga Sesepuh Wartawan Sulut inipun optimis, PB PISOK Manado akan terus melahirkan atlit – atlit Bulutangkis yang membawa nama harum Sulawesi Utara di kancah iven nasional, bahkan kejuaraan dunia untuk kejayaan Bulutangkis Indonesia. Proficiat Om SPEGO dan PB PISOK Manado. (Ferry)